Surabaya (beritajatim.com) – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unesa melatih puluhan guru sekolah Indonesia di Davao Filipina.
Ketua PKM Internasional FIP Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si menjelaskan sering ditemukan siswa di Sekolah Indonesia Davao mengalami kesulitan membaca dan belajar spesifik yang lainya. Itu membuat puluhan guru di sekolah tersebut harus menemukan metode yang tepat dalam mengajar. “Oleh karena itu kami memberikan pelatihan metode pembelajaran multisensory,” kata Nursalim, Sabtu (21/10/2023).
Nursalim menyebut pelatihan tersebut sangat penting dilakukan. Tujuanya mempercepat guru dalam membantu peserta didik untuk dapat membaca dan belajar spesifik yang lain. “Salah satu contoh pelaksanaan pelatihanya menggunakan kerajinan,” ungkapnya.
Persiapan kegiatan sudah dimulai sejak Mei lalu. Dengan penyusunan materi dan mempersiapkan alat pendukung. Selanjutnya pelatihan telah dimulai Agustus lalu. Dengan pertemuan secara daring. Selanjutnya pada 6-9 November mendatang dilaksanakan pertemuan secara offline dengan puluhan guru Sekolah Indonesia Davao.
Selain itu, ketika berada di Davao. Tim PKM FIP sekaligus akan menandatangi kerjasama dengan beberapa universitas di Filipina. “Sekaligus benchmarking ke KJRI di Davao,” ungkapnya.
Harapanya setelah pelatihan dilakukan puluhan guru tersebut dapat lebih mudah dalam memecahhan permasalahan pada peserta didik. Khususnya dalam kesulitan membaca dan belajar spesifik lainya. “Itu yang kami harapakan,” terangnya.
Nursalim menambahkan setiap tahun tim PKM FIP selalu mengadakan kegiatan turun ke masyarakat. Fokusnya memecahkan permasalahan atau kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat. “Tujuan kami menghadirkan sebuah solusi dan inovasi,” pungkas dia.[asg/kun]
BACA JUGA: Marak Kasus Bunuh Diri, Unesa Siapkan Kesehatan Mental Mahasiswanya






