Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Safari Sharing Kesehatan Mental untuk mencegah kasus bunuh diri mahasiswa. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk aksi sadar kesehatan mental, seperti pembagian bunga dan stiker berisi pesan-pesan ajakan sadar kesehatan mental, melihat sisi lain permasalahan, dan lebih menghargai diri sendiri.
Kegiatan ini merupakan respons Unesa atas banyaknya kasus bunuh diri mahasiswa di sejumlah kampus di Indonesia. Kepala Seksi Anti-Narkotika dan Kesehatan Mental SMCC, Dr Wiryo Nuryono, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika Unesa akan pentingnya kesehatan mental.
“Kegiatan ini berlangsung sampai awal November 2023. Ada aksi menghargai diri sendiri, talkshow, seminar kesehatan mental dan lain-lain,” ujar Wiryo.
Baca Juga: Puan Tancap Gas Konsolidasikan Gus dan Ning se-Jatim untuk Ganjar-Mahfud
Wiryo menambahkan, bunuh diri tidak lepas dari persoalan mental yang dialami mahasiswa. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dan menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk berkonsultasi dan mendapatkan bantuan jika mereka mengalami masalah kesehatan mental.
Ia menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah pencegahan agar tidak ada lagi mahasiswa yang tertekan secara mental lalu bertindak bunuh diri seperti belakangan ini marak terjadi.
Bunuh diri, kata dia, tidak lepas dari persoalan mental yang dialami mahasiswa. Karena itu, baginya, perlu ada upaya bersama untuk mencegah dan mengatasinya.
Sementara kegiatan itu, termasuk untuk memperkuat circle positif dan support system mahasiswa. Sehingga, ketika mereka mengalami tekanan mental memiliki ruang komunikasi dan penyelesaian lebih positif.
Baca Juga: Jarak Kebakaran Gunung Lawu ke Pemukiman Warga Cemoro Sewu Magetan Cuma 1,5 Km
“Kita sebagai manusia pasti memiliki masalah sekaligus keterbatasan. Itu berbahaya kalau dipendam sendiri. Kadang itu jadi penyebab banyak orang mengakhiri hidupnya secara impulsif,” terangnya.
Kegiatan tersebut, lanjutnya, melibatkan banyak relawan, tenaga pendidik, dan pimpinan di Unesa. Mereka ingin menciptakan kultur kampus yang ramah bagi semua sivitas akademika. Menurutnya, ketika mereka memiliki masalah ada wadah komunikasi dan penyelesaiannya.
Sekitar 200 mahasiswa dan dosen ikut andil dalam rangkaian acara ini, SMCC berkolaborasi dengan mahasiswa Psikologi dan Bimbingan Konseling juga UKM Peduli Kemanusiaan turut menyukseskan program tersebut. [ipl/ian]






