Sidoarjo (beritajatim.com) – Menindaklanjuti petisi yang diinisiasi oleh Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), seluruh kantor PKB di provinsi, hingga kabupaten/kota sebagai pusat pengaduan dan perlindungan anak.
Penegasan itu disampaikan oleh Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Hj. Anik Maslachah. Ia mendukung langkah menekan angka kekerasan terhadap anak yang kian menghawatirkan itu.
“DPW PKB Jatim Insya Allah juga akan melakukan penandatanganan petisi perlindungan anak yang rencananya akan digelar pada tanggal (15/1/2023) mendatang di Masjid Al-Akbar Surabaya,” katanya, Jumat (13/1/2023).
Tokoh perempuan asal Sidoarjo ini saat menjelaskan, penandatanganan petisi perlindungan anak secara massal itu melibatkan seluruh elemen perempuan, seperti Fatayat NU dan Muslimat NU serta layanan perlindungan anak dan organisasi yang konsen terhadap anak se Jawa Timur.
Anik meminta gerakan serupa harus diikuti secara serempak hingga akar rumput partai, termasuk DPC PKB Sidoarjo. Hal ini tentu tidak mungkin bisa dilakukan secara sendirian, namun perlu dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia.
“Ingat anak adalah aset bangsa, anak adalah estafet pembangunan. Tidak boleh lagi ada yang menjadi korban bullying atau kekerasan dan sebagainya,” ungkap perempuan yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur itu.
Masih menururlt Anik, masa depan bangsa tergantung pada bagaimana kondisi anak pada hari ini, bagaimana cara mendidik dan menanamkan karakter yang baik agar pembangun bangsa lebih cepat maju.
Sambung dia, semakin banyak penandatanganan petisi perlindungan anak akan dapat menekan angka kekerasan dan kejahatan lainnya terhadap anak. “Aksi sosial ini bukan pertama kalinya dilakukan partai PKB,” tukasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pkb”]
Sejak tahun 2014, DPW PKB Jawa Timur sudah membuka layanan curhat bagi perempuan dan anak korban kekerasan. Hal itu diyakini sudah berjalan masif termasuk di DPC PKB Sidoarjo.
DPC PKB Sidoarjo sendiri dalam hal itu menggandeng lembaga layanan griya curhat keluarga. Pada tiga bulan yang lalu pihaknya juga telah bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) untuk menggelorakan pondok pesantren ramah anak di Jawa Timur termasuk di Sidoarjo.
“Mari kita lakukan gerakan yang sama. Stop kekerasan terhadap anak, mari kita lindungi anak-anak kita untuk Indonesia dan masa depan yang lebih baik lagi,” tutupnya berharap. [isa/but]






