Jember (beritajatim.com) – Argentina bikin kejutan dengan kalah 1-2 dari Arab Saudi dalam pertandingan perdana Grup C pada turnamen sepak bola Piala Dunia di Qatar. Namun Lionel Messi dan kawan-kawan masih paling dijagokan jadi juara oleh redaksi Beritajatim.com.
Dalam survei yang dilakukan di internal redaksi, 29,41 persen anggota redaksi menjagokan Argentina, disusul 23,5 persen menjagokan Brasil. Sementara untuk pencetak gol terbanyak turnamen, 23,53 persen menjagokan Lionel Messi.
“Argentina, karena memiliki banyak pemain-pemain terbaik dan bertalenta dunia,” sahut A. Thoriq Hidayatullah, wartawan Beritajatim.com di Lamongan. Muhammad Afnani Alifian, wartawan Beritajatim.com di Kota Batu menyebut Argentina punya komposisi skuat merata.
“Faktor kedua karena Messi akan pensiun. Ini jadi Piala Dunia terakhir, dan pasti dia akan berjuang mati-matian. Argentina juga baru juara Copa Amerika, baru menang dari Italia, pada ajang yang mempertemukan juara Eropa dan Amerika. Messi akan jadi top scorer karena sedang on fire,” kata Alifian.
Anggadia Muhammad, wartawan Beritajatim.com di Surabaya, juga hakkul yakin Argentina bakal juara karena faktor Messi. “Tentunya Messi akan menjadi pembeda, mengingat ini adalah piala dunia terakhirnya. Kondisi itu membuat saya yakin Argentina akan memberikan sesuatu yang berbeda pada Piala Dunia 2022,” katanya.
Namun Endra Dwiono, wartawan Beritajatim.com di Ponorogo, menilai Brasil tak akan ada lawan. “Skuat Brasil sekumpulan pemain kelas dunia. Pelatih Tite nampaknya tidak mengalami kesulitan untuk menerapkan strateginya. Pemain-pemainya sudah bisa memahami dan menerapkannya. Para pemain ini merupakan ancaman serius bagi negara yang akan melawan Brazil,” katanya.
Namun ada juga yang menjagokan negara underdog seperti Korea Selatan dengan alasan solidaritas sesama bangsa di Asia. “Benernya sih saya menjagokan Jepang. Cuma performa Jepang masih di bawah Korea. Perfoma dan kestabilan bermain Jepang jauh di bawa Korea dan Asia timur lagi booming,” kata Wahyu Hestiningdiah, wartawan di Surabaya.
Sementara redaktur Ribut Wijoto memilih tim underdog lainnya Kroasia. “Pemainnya bagus. Skill oke. Selalu percaya diri memainkan sepak bola menyerang, dan tidak pernah parkir bus,” katanya.
Alasan terunik dalam menjagokan sebuah tim jatuh pada Hendra Brata, wartawan Beritajatim.com di Jakarta. Dia menjagokan Belanda karena alasan sederhana. “Kasihan, belum pernah juara,” katanya tertawa. Belanda memang sebatas tiga kali masuk final pada 1974, 1978, dan 2010. Semuanya berakhir dengan posisi runner-up. [wir]






