Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar nonton bareng final Piala Dunia, di pelataran kantornya, di Jalan Melati V Nomor 10, Kecamatan Kaliwates, Senin (20/7/2026) dini hari.
Acara nobar layar tancap ini tak hanya dihadiri kader PPP, namun juga warga sekitar. Sajian kopi dan jajanan tersedia di atas tikar untuk dinikmati sembari menyaksikan pemain-pemain Spanyol berhadapan dengan Argentina.
Masuk sebagai pemain pengganti, Ferran Torres mencetak gol tunggak pada menit 106 yang membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia untuk kali kedua setelah 2010. Kemenangan yang membuat Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq bersyukur.
“Saya lebih cenderung mendukung Spanyol. Pertama karena Spanyol punya liga itu menjadi ajang pemain-pemain internasional dan terkenal dengan taktik tikitaka,” kata Madini.
Alasan kedua, lanjut Madini, adalah kedekatan Spanyol dengan dunia Islam dan sejarah Islam. “Di Spanyol ini ada Andalusia dan selat yang bernama Gibraltar, yang diambil dari nama Thariq bin Ziyad, seorang sahabat Nabi,” katanya.
Di samping itu, menurut Madini, pemain muda Spanyol Lamine Yamal adalah seorang muslim. “Kami punya prinsip jika masih ada partai Islam kenapa harus mendukung partai yang tidak berasaskan Islam. Kalau ada tim dengan pemain muslim, kenapa kita harus mendukung tim yang lain,” katanya.
PPP sendiri menggelar nobar untuk semakin dekat dengan masyarakat Jember. “Sepak bola olah raga rakyat Jadi, kita ingin mendekatkan PPP dengan masyarakat,” kata Madini.
Sebenarnya rencana nobar sudah diagendakan jauh-jauh hari. Apalagi Piala Dunia adalah momentum empat tahun sekali.
“Namun tidak ada jam pertandingan yang cocok di babak gugur. Kemarin ada pertandingan yang digelar pada pukul delapan pagi hari antara Argentina melawan Swiss di babak perempat final. Namun saya masih jengkel gara-gara Mesir dikalahkan Argentina secara curang,” kata Madini.
Dengan menggelar nobar, para kader dan pengurus PPP bisa berbaur dengan masyarakat. “Jadi PPP ini tidak terkesan hanya partai yang mengurusi pengajian atau identik dengan dakwah. Tapi kita juga menyapa anak-anak muda melalui nobar di depan kantor DPC,” kata Madini.
Nobar ini menjadi bagian dari upaya PPP Jember untuk menyelenggarakan kegiatan yang lebih partisipatif dan dekat dengan publik.
“Politik itu kan soal momentum. Jadi, bagaimana PPP menggelar kegiatan yang tepat momentumnya, yang membuat masyarakat antusias, sehingga kita lebih mudah untuk menyampaikan pesan-pesan politik dan juga pendidikan politik kepada masyarakat,” kata Madini.
“Jadi, kita ketika ada momentum Piala Dunia kami mengadakan nobar. Ketika ada momentum Maulid Nabi kita mengadakan festival salawat di daerah-daerah pemilihan Karena PPP selain harus pandai merawat pemilih tradisional, juga harus mulai menyapa pemilih milenial,” kata Madini. [wir/aje]






