Gresik (beritajatim.com) – Petrokimia Gresik, perusahaan anggota holding Pupuk Indonesia, membukukan laba bersihnya tembus Rp1,25 triliun di 2023. Pencapaian itu, tidak lepas dari banyaknya inovasi yang dilakukan produsen pupuk terlengkap yang beroperasi di Kabupaten Gresik.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo menuturkan, laba yang didapatkan itu berasal dari pendapatan perusahaan yang menyentuh Rp13,17 triliun. Angka tersebut melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2023 sebesar Rp12,97 triliun.
“Perolehan laba tersebut tentu tidak lepas dari berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh insan PG. Selain menciptakan value creation atau nilai tambah sebesar Rp381,1 miliar, inovasi yang dilakukan juga mendapatkan banyak apresiasi dari stakeholder,” tuturnya, Jumat (12/7/2024).
Ia menambahkan, kinerja yang positif serta inovasi membuat PG mendapat apresiasi dari pemerintah termasuk Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) serta Kementerian Perindustrian (Kememperin).
“Inovasi yang kami jalankan juga menyentuh di bidang lingkungan. Dimana, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberi Proper Emas selama tiga tahun berturut-turut,” imbuhnya.
Meski laba bersih perusahaan mengalami kenaikan lanjut Dwi Satryo, pihaknya juga terus meningkatkan kebermanfaatan bersama masyarakat.
“Melalui Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sampai dengan bulan Juni 2024, realisasi penyaluran dana yang dikucurkan sebesar Rp19,83 miliar. Dana tersebut direalisasikan untuk program beasiswa, bantuan sembako, dan lainnya,” ungkapnya.
Sebagai perusahaan solusi agro dan bahan kimia industri kata dia, pihaknya menjalankan sejumlah strategi. Salah satunya mengoperasikan gudang curah urea dengan kapasitas 20 ribu ton.
“Selain menyiapkan gudang curah urea, kami juga menyiapkan Pabrik Phonska V dengan swakelola dengan nilai proyek Rp507 miliar,” katanya. [dny/beq]






