Lamongan (beritajatim.com) – Para petambak ikan Patin di Desa Guci, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, kini fokus pada manajemen pemberian pakan yang lebih teratur. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan dan memastikan kualitas hasil panen menjelang musim panen.
Para petambak umumnya memberikan pakan sebanyak dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Mereka mengombinasikan pakan alami dari klekap yang tumbuh di tambak dengan pakan tambahan berupa pelet. Kombinasi ini dianggap efektif untuk mempercepat pertumbuhan ikan sambil menjaga biaya produksi agar tetap terjangkau.
“Kalau hanya mengandalkan pakan alami memang bisa, tapi pertumbuhan ikan lambat. Karena itu, kami tambahkan pakan pelet agar hasil panen lebih cepat dan ukuran ikan sesuai permintaan pasar,” kata Akhyar, seorang petambak Patin di Desa Guci.
Upaya ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan. Para penyuluh perikanan secara rutin memberikan pendampingan, khususnya dalam hal pemberian pakan yang bijak. Mereka menekankan bahwa pakan berlebih dapat menurunkan kualitas air tambak, sementara pakan yang tepat akan mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan angka kelangsungan hidup ikan.
Desa Guci dikenal sebagai salah satu sentra budidaya Patin di Lamongan, di mana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor perikanan. Luasnya lahan tambak di desa ini memungkinkan produksi Patin untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun luar daerah, seperti Surabaya dan Gresik. Potensi ini terus tumbuh seiring dengan tingginya permintaan pasar dan harga jual yang stabil, menjadikan Patin sebagai komoditas andalan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pengelolaan pakan yang lebih baik, para petambak berharap produksi Patin di Desa Guci semakin meningkat, tidak hanya dalam hal kuantitas tetapi juga kualitas. Hal ini diharapkan dapat memberikan keuntungan lebih bagi petambak dan secara luas mendorong perekonomian desa serta sektor perikanan di Kabupaten Lamongan.[rea]






