Surabaya (beritajatim.com) – Kedatangan satu unit Koenigsegg Jesko, mengguncang dunia otomotif tanah air. Megacar asal Swedia ini dikenal sebagai salah satu mobil tercepat dan paling eksklusif di dunia.
Unit ini menjadi sorotan publik karena dikabarkan sudah dialokasikan untuk konsumen asal Sidoarjo, Jawa Timur. Meski identitas pemilik masih misterius, kehadirannya menandai tonggak sejarah baru di industri supercar Indonesia.
Dirancang Penuh Presisi: Mesin Handmade 100% oleh Koenigsegg
Tidak seperti pabrikan lain yang mengandalkan komponen outsource, Koenigsegg membangun mesin Jesko Attack sepenuhnya secara manual. Mesin ini merupakan masterpiece engineering: konfigurasi V8 twin-turbo berkapasitas 5.000 cc dengan 4 katup per silinder dan kompresi 9:1.
Turbocharged dengan tekanan 2,2 bar, mesin ini menggunakan sistem injeksi multipoint yang mampu mengolah bahan bakar campuran etanol (E85). Hasilnya luar biasa: tenaga mencapai 1.280 daya kuda (dk) dengan bensin murni, dan melonjak hingga 1.600 dk dengan etanol, dengan torsi maksimal 1.000 Nm pada rentang 1.500–5.100 rpm. Mesin ini hanya berbobot 189 kg, ringan untuk kelasnya.
Transmisi Super Cepat: Light Speed Transmission (LST)
Keunggulan performa Koenigsegg Jesko tidak hanya pada mesin, tetapi juga pada sistem transmisi canggih bernama LST (Light Speed Transmission). Transmisi otomatis 9-percepatan ini dilengkapi 7 kopling multi-cakram basah, memungkinkan perpindahan gigi secepat kilat – nyaris tanpa jeda. Kombinasi ini membuat pengalaman berkendara sangat responsif dan agresif.
Eksklusivitas Koenigsegg Jesko
Koenigsegg hanya memproduksi 125 unit
Koenigsegg Jesko secara global, menjadikannya barang koleksi langka. Dengan hanya satu unit resmi di Indonesia, Koenigsegg Jesko langsung menjadi ikon hypercar nasional. Unit berwarna merah tersebut telah dikirim sejak Februari 2025 ke alamat pemesan di Sidoarjo, namun detail pembeli masih menjadi misteri.
Kisaran Harga yang Selangit
Estimasi harga Koenigsegg Jesko di Indonesia sudah termasuk bea masuk, pajak barang mewah, pengiriman, dan administrasi, menembus menembus angka Rp100 miliaran. [fyi/aje]






