Malang (beritajatim.com) – Musim liburan telah tiba. Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi adalah Museum Angkut, Jatim Park, Kota Batu. Di tempat ini, selain berlibur, wisatawan bisa melihat jejak sejarah penerbangan Indonesia yang hadir dalam instalasi replika Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia.
Museum Angkut menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah transportasi yang kini semakin banyak dikembangkan melalui pendekatan pengalaman imersif. Dengan demikian, publik bisa melihat langsung rekonstruksi perjalanan teknologi dari masa ke masa.
Konsep ini juga menjadi bagian dari pengembangan destinasi edukatif di bawah naungan Jatim Park Group, termasuk di kawasan wisata edukasi dan hiburan Jatim Park.
Di Museum Angkut yang merupakan bagian dari Jatim Park Group, salah satu instalasi yang menjadi perhatian adalah pesawat Boeing 737 seri 200 dengan nilai historis tersendiri.
Unit tersebut merupakan bekas armada maskapai nasional, Bouraq Indonesia Airlines, yang kemudian direkonstruksi menjadi replika Pesawat Kepresidenan Republik Indonesia.
Dalam penyajiannya, interior pesawat ditata menyerupai kabin kenegaraan, menghadirkan suasana perjalanan udara pada era sebelumnya.
Instalasi ini juga dilengkapi figur Presiden Republik Indonesia ke-3, B.J. Habibie, sebagai bagian dari narasi sejarah yang merepresentasikan perjalanan kepemimpinan dan perkembangan teknologi penerbangan nasional.
Kehadiran koleksi ini menjadi bagian dari penguatan konsep edutainment yang dikembangkan dalam ekosistem Jatim Park Group, khususnya di Museum Angkut, yang menampilkan transportasi dari berbagai era dan negara melalui pendekatan tematik serta visual storytelling.
“Setiap koleksi di Museum Angkut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang tidak hanya visual, tetapi juga memberikan konteks sejarah di balik perkembangan transportasi,” kata Manajer Operasional Museum Angkut, Tossy Kusdianto, Sabtu (27/6/2026).
Melalui pendekatan tersebut, Jatim Park Group terus memperkuat posisi destinasi edukatif di bawah naungannya sebagai ruang publik yang menghubungkan sejarah, teknologi, dan pengalaman pengunjung dalam satu kesatuan narasi yang utuh. (luc/kun)






