Ringkasan Berita:
- Museum Angkut di bawah pengelolaan Jatim Park Group mengembangkan konsep wisata edukasi berbasis pengalaman imersif di Kota Batu.
- Area tematik Pecinan menjadi salah satu spot populer yang menghadirkan rekonstruksi suasana kota tempo dulu dengan detail visual era 1990-an.
- Pendekatan edutainment diperkuat untuk memberikan pengalaman sejarah dan budaya yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan langsung oleh pengunjung.
Malang (beritajatim.com) – Pengembangan destinasi wisata berbasis edukasi dan pengalaman terus menjadi salah satu tren dalam industri pariwisata, termasuk di kawasan wisata Jatim Park Group di Kota Batu. Salah satu implementasinya terlihat di kawasan wisata Museum Angkut yang terus menghadirkan inovasi dalam konsep penyajian ruang tematik.
Konsep pengembangan yang diterapkan tidak lagi sekadar menghadirkan objek untuk dilihat, tetapi membangun pengalaman ruang yang membuat pengunjung seolah benar-benar masuk ke dalam suasana masa lalu. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi edutainment yang menggabungkan unsur edukasi dan hiburan dalam satu pengalaman wisata yang utuh.
Di area Museum Angkut, salah satu zona tematik yang menarik perhatian pengunjung adalah Pecinan. Area ini dikenal sebagai salah satu spot populer setelah Gangster Town, dengan konsep visual yang merekonstruksi suasana kota tempo dulu secara detail dan imersif.
Area Pecinan menghadirkan deretan ruko atau toko lawas dengan papan nama bergaya ejaan lama, serta elemen pendukung seperti gerobak dan becak yang memperkuat atmosfer kehidupan jalanan pada era sekitar 1990-an. Seluruh elemen tersebut ditata sebagai bagian dari storytelling ruang yang menggambarkan kehidupan sosial serta aktivitas perdagangan pada masa tersebut.
Kehadiran area ini menjadi bagian dari pendekatan edutainment yang dikembangkan Museum Angkut dalam menghadirkan pengalaman sejarah dan budaya secara lebih hidup di tengah destinasi wisata Kota Batu. Pengunjung tidak hanya diajak melihat koleksi, tetapi juga merasakan atmosfer yang dibangun melalui set desain tematik yang detail dan terkonsep.
“Setiap area di Museum Angkut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang membawa pengunjung masuk ke dalam cerita, bukan sekadar melihat objek,” ujar Manajer Operasional Museum Angkut, Tossy Kusdianto, Minggu (28/6/2026).
Melalui pengembangan konsep tersebut, Jatim Park Group melalui Museum Angkut terus memperkuat posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi wisata edukatif unggulan yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan pengalaman visual dalam satu kawasan terpadu. [luc/suf]






