Pasuruan (beritajatim.com) – Kejadian nahas menimpa seorang peserta lari lintas alam yang mengikuti kegiatan Pandaan Hash Hause Harris (PHHH) di Hutan Pinus Garden, Desa Gajahrejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Pelari tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergeletak di dalam hutan pada Minggu (10/11/2024).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung. Korban atas nama Agus Budiyanto, diketahui memiliki riwayat kesehatan yang baik dan sering mengikuti kegiatan olahraga serupa. Namun saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan kaku.
“Dari hasil pemeriksaan sementara korban diduga meninggal karena serangan jantung. Saat ditemukan tubuh korban sudah dalam keadaan kaku,” kata Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, Selasa (12/11/2024).
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh sesama peserta lari lintas alam yang melihat korban tergeletak di dalam hutan. Korban sempat dihubungi melalui telepon namun tidak ada jawaban. Setelah diperiksa, korban dipastikan sudah meninggal dunia.
Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan olah TKP dan membawa jenazah korban ke rumah sakit. Namun, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi.
“Setelah mendatangi lokasi, petugas langsung melakukan olah TKP dan korban dibawa ke rumah sakit. Keluarga korban juga menolak untuk dilakukan otopsi,” jelasnya.
Berdasarkan keterangan saksi dan hasil pemeriksaan sementara, polisi menyimpulkan bahwa kematian korban kemungkinan besar disebabkan oleh serangan jantung. Hal ini diperkuat dengan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat, terutama bagi mereka yang sudah berusia lanjut. Olahraga memang baik untuk kesehatan, namun perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. [ada/beq]






