Magetan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan ternyata masih mengantongi sisa anggaran yang jumlahnya tak main-main. Dana sebesar Rp27,44 miliar dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) tahun 2025 tercatat berstatus ‘bebas’ dan siap digunakan untuk menggenjot program-program prioritas.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD mengenai Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna terbaru.
Masyarakat Magetan tentu bertanya-tanya, dari mana asal dana puluhan miliar tersebut dan ke mana arah alirannya nanti?
Bupati Nanik menjelaskan, tumpukan sisa dana ini bukan berarti pemerintah tidak bekerja. Dana tersebut terkumpul dari berbagai sumber positif seperti penghematan belanja dinas, melampauinya target penerimaan daerah, hingga dana untuk proyek yang belum tuntas di akhir tahun.
“Prakiraan SILPA bebas yang bisa dipergunakan pada Perubahan APBD 2026 adalah sebesar Rp27.447.829.102,77. Dana ini akan dipergunakan dengan mempertimbangkan prioritas daerah dan kegiatan yang belum dapat dilaksanakan,” tegas Bupati Nanik di hadapan para anggota dewan.
Ke Mana Dana Rp27,4 Miliar Ini Akan Mengalir?
Pemkab Magetan memastikan dana tersebut tidak akan dibiarkan mengendap. Berikut adalah skema penggunaannya di Perubahan APBD (P-APBD) 2026:
Dana Mengikat: Sisa anggaran yang sudah punya peruntukan khusus wajib dialokasikan kembali untuk menuntaskan proyek/program aslinya.
SILPA Bebas (Rp27,44 Miliar): Akan langsung disuntikkan untuk membiayai program-program prioritas daerah yang paling mendesak dan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Janji Pemkab Magetan: Tak Mau Lagi Ada Dana Menumpuk
DPRD Magetan sempat mempertanyakan besarnya sisa anggaran ini. Merespons hal tersebut, Bupati Nanik berjanji akan merombak cara kerja agar serapan anggaran ke depannya jauh lebih agresif dan tepat sasaran.
“Kita akan menjaga kinerja serapan belanja secara optimal, agar ke depannya SILPA berada pada kondisi yang ideal,” janjinya.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemkab Magetan kini tengah menyiapkan jurus baru: perencanaan APBD yang ketat berbasis data, evaluasi berkala, dan penentuan prioritas yang jauh lebih realistis agar setiap rupiah dari uang rakyat benar-benar terserap maksimal. [fiq/ian]






