Jember (beritajatim.com) – Perwakilan pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan berkunjung ke Jawa Timur pada Desember 2025 untuk memeriksa kehalalan rumah potong hewan (RPH).
Dengan populasi 3,11 juta ekor sapi potong, Jatim diharapkan ikut memasok bahan makanan siap saji (ready to eat). “Ini hasil kontrak antara Pak Presiden Prabowo dengan Kerajaan Saudi, bahwa mulai 2026, jemaah haji oleh pemerintah Indonesia sudah dibuatkan kontrak, dipersyaratkan bahan bakunya dari Indonesia. Sudah disepakati,”: kata Gubernur Khofifah, di Arum Sabil City Forest, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (24/11/2025).
“Kemungkinan Desember, tim dari Saudi akan datang. Paling tidak sementara ini ada enam jenis menu yang kita sudah tawarkan. Saya sudah mencontohkan, mendisplay, menguji coba bersama Pak Menteri Urusan Haji dan Umroh. Ada gule, kare, kemudian rendang,” kata Khofifah.
Semua makanan itu berbahan baku daging sapi potong. Maka, menurut Khofifah, perwakilan dari Kementerian Haji Saudi akan datang untuk mengecek kehalalan dan higienitas rumah potong hewan di Jatim.
Khofifah bersyukur rumah pemotongan hewan di Jatim sudah termasuk halal. “Sekarang ada 162 RPH halal, kurang tiga,” katanya.
Khofifah berharap seluruh peternak sapi di Jawa Timur bisa mendapatkan peluang usaha lebih baik, lebih besar, dan lebih menguntungkan. “Sehingga mereka lebih sejahtera dan lebih berkemakmuran,” katanya.
“Di saat dunia sedang menghadapi krisis pangan, Jawa Timur siap di garda terdepan untuk menyampaikan pesan kepada Indonesia dan dunia. Insyaallah Jawa Timur akan siap mendukung program Pak Presiden mewujudkan ketahanan pangan di lini paling depan, dengan sinergi semua semua elemen,” kata Khofifah. [wir]






