Sumenep (beritajatim.com) – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, harga komoditas daging di pasar tradisional Sumenep mulai meroket. Awal pekan ini, kenaikan harga cukup tajam terjadi pada daging sapi maupun daging ayam.
Harga daging sapi yang semula Rp 120.000 per kg, awal pekan ini menjadi Rp 130.000 per kg. Demikian juga dengan daging ayam. Untuk ayam potong, pekan lalu Rp 40.000 per kg, pekan ini naik menjadi Rp 43.000 per kg. Sedangkan ayam kampung, semula Rp 80.000 per kg, pekan ini melonjak menjadi Rp 100.000 per kg.
“Kenaikan harga daging itu lebih disebabkan karena naiknya permintaan konsumen. Sementara stok tetap. Akibatnya ya hukum pasar berlaku. Harga menjadi naik,” kata Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep, Noer Lisal Anbiyah, Senin (18/04/2022).

Namun sebaliknya, komoditas cabai justru mengalami penurunan harga yang cukup signifikan. Untuk cabai merah besar yang harganya sempat tembus Rp 60.000 per kg, awal pekan ini turun drastis menjadi Rp 32.000 per kg. Sedangkan harga cabai rawit yang semula Rp 40.000 per kg, awal pekan ini merosot menjadi Rp 23.000 per kg.
[berita-terkait number=”4″ tag=”sumenep”]
“Demikian juga dengan bawang. Baik bawang merah maupun bawang putih, sama-sama mengalami penurunan harga. Bawang merah semula Rp 27.000, sekarang menjadi Rp 26.000 per kg. Untuk bawang putih semula Rp 27.000, sekarang menjadi Rp 25.000,” paparnya.
Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan Sumenep secara rutin melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional. Pemantauan harga dilakukan di Pasar Anom baru sebagai pasar induk, dan Pasar Bangkal sebagai pembanding. [tem/but]






