Kediri (beritajatim.com) – Anggota Komisi VIII DPR RI KH An’im Falachuddin Mahrus mendorong percepatan penetapan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji guna melayani kebutuhan jemaah di wilayah Jawa Timur bagian barat.
Langkah strategis ini menyusul hasil survei kelayakan teknis yang menunjukkan bahwa infrastruktur bandara tersebut sudah memungkinkan untuk pendaratan pesawat berbadan lebar pengangkut jemaah haji.
Tokoh yang akrab disapa Gus An’im tersebut menegaskan pentingnya koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) untuk merealisasikan rencana ini.
Keberadaan embarkasi di Kediri diharapkan dapat memecah kepadatan di Embarkasi Surabaya sekaligus mendekatkan layanan bagi warga di sekitar Mataraman.
“Harapan kita seperti itu. Langkah pertama, alhamdulillah kemarin sudah disurvei, insya Allah disetujui oleh Kemenhaj. Untuk tindak lanjutnya, kami juga sudah berbicara dengan Pemkab Kediri,” ungkap Gus An’im pada Selasa (7/4/2026).
Survei yang dilakukan otoritas terkait mencakup kesiapan landasan pacu dan fasilitas penunjang penerbangan internasional. Gus An’im memastikan bahwa secara teknis, Bandara Dhoho telah memenuhi standar untuk operasional penerbangan haji. “Insyaallah sudah memungkinkan,” tambahnya memberikan kepastian soal kelayakan bandara tersebut.
Selain kesiapan bandara, Komisi VIII DPR RI juga tengah menggodok usulan pengadaan asrama haji sebagai syarat mutlak sebuah embarkasi. Ada dua opsi yang sedang dipertimbangkan untuk asrama haji sementara, yakni memanfaatkan fasilitas hotel di sekitar wilayah Kediri atau menggunakan area perumahan yang dinilai layak secara standar pelayanan jemaah.
Ke depan, koordinasi antara Pemkab Kediri dan Kemenhaj akan difokuskan pada pembangunan asrama haji permanen yang dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah. Gus An’im berharap proses pembangunan ini dapat berjalan paralel dengan penetapan status embarkasi.
“Dan proses pembangunannya ada koordinasi antara pemerintah Kabupaten Kediri dan Kemenhaj. Harapan kami sudah terbangun asrama, minimal sudah punya asrama haji sendiri. Bagaimana pemerintah nanti bisa mengkoordinasikan,” jelasnya.
Legislator dari Fraksi PKB ini juga mengapresiasi dukungan nyata Pemkab Kediri terhadap penguatan infrastruktur pelayanan haji, termasuk pemberian hibah tanah untuk pembangunan kantor Kemenhaj Kabupaten Kediri. Menurutnya, fasilitas tersebut akan sangat membantu efisiensi birokrasi bagi 1.205 calon jemaah haji asal Kediri yang dijadwalkan berangkat tahun ini.
“Kami juga mengucapkan terima kasih bahwa alhamdulilah, pemerintah Kabupaten Kediri memberikan hibah sebidang tanah untuk kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kediri,” tuturnya.
Di tengah rencana besar tersebut, Gus An’im juga menyempatkan diri memberikan ucapan selamat kepada salah satu jemaah haji asal Kecamatan Semen bernama Marsiah. Di usianya yang menginjak 104 tahun, Marsiah tercatat sebagai calon jemaah haji tertua di Indonesia untuk musim haji 2026.
“Kami ucapkan selamat kepada jamaah haji tertua di Kabupaten Kediri yang berumur 104. Harapan kami semoga sehat selalu dan bisa melaksanakan ibadah haji dengan sebaik-baiknya,” pungkas Gus An’im. [ian]






