Jakarta (beritajatim.com) – Subholding Gas Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas), memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dari sisi suplai gas. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Proyek Pipa Gas Senipah–Balikpapan yang menjadi bagian dari infrastruktur terintegrasi guna memastikan pasokan gas yang aman dan andal bagi RDMP Balikpapan.
Proyek RDMP Balikpapan sendiri baru diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.
Direktur Utama Pertamina Gas, Indra P. Sembiring, mengatakan Pipa Gas Senipah–Balikpapan yang telah beroperasi sejak 31 Desember 2023 merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang berperan penting dalam mendukung peningkatan kapasitas pengolahan dan produksi Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan Refinery Unit (RU) V.
“Pipa Gas Senipah–Balikpapan merupakan bagian dari infrastruktur terintegrasi di Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo hari ini. Melalui infrastruktur gas ini, Pertagas sebagai pengelola, mendukung penuh keandalan operasional RU V dan Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) untuk memperkuat suplai energi nasional secara berkelanjutan,” ujar Indra.
Interkoneksi Pipa Gas Senipah–Balikpapan sepanjang kurang lebih 78 kilometer dibangun untuk menyalurkan gas bumi dari wilayah hulu, yakni Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di Senipah, Kalimantan Timur, menuju kilang Balikpapan dengan kapasitas penyaluran mencapai 125 MMSCFD.
Optimalisasi penyaluran gas tersebut menjadi elemen penting dalam menjaga kontinuitas dan efisiensi operasional RDMP Balikpapan, terutama dalam mendukung proses pengolahan kilang berkapasitas besar.
“Suplai gas yang andal melalui jaringan pipa ini akan memastikan operasional RDMP Balikpapan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060,” kata Indra.
Indra menambahkan, pembangunan Pipa Gas Senipah–Balikpapan juga mengedepankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 51 persen, sehingga turut berkontribusi dalam mendorong pengembangan industri nasional.
Ia memastikan Pertagas berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam penguatan ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi yang andal.
“Sekaligus mendukung keberlanjutan operasional kilang dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya. [hen/beq]






