Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan berhasil memaksa Persipura Jayapura berbagi poin setelah mengakhiri laga yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, dengan skor kacamata, Sabtu (11/4/2026).
Bermain sebagai tim tamu, Persela tampil di bawah tekanan. Permainan cepat yang diperagakan tuan rumah Persipura membuat Persela sempat kewalahan.
Mutiara Hitam, julukan Persipura, memang menampilkan permainan agresif. Sebaliknya, Persela cenderung menunggu, kemudian melancarkan serangan melalui skema serangan balik.
Laga pun berlangsung dengan tensi tinggi, diwarnai beberapa insiden yang menambah keseruan. Namun, dari sekian peluang yang didapatkan kedua tim, tak ada gol yang tercipta hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Persipura sempat mendapat hadiah penalti. Namun, kiper Persela, Rafli Mahreza, tampil gemilang dengan mementahkan eksekusi penalti yang dilakukan Williams Jose Lugo. Tak hanya itu, bola muntah yang sempat disambar pemain Persipura juga mampu ditepis dengan sempurna oleh Rafli.
Persipura terus menggempur. Banyak peluang diciptakan. Dominasi Persipura di laga itu terlihat dari penguasaan bola yang mencapai 62 persen, berbanding 38 persen untuk Persela.
Dari segi peluang, skuad asuhan Rahmat Darmawan melepaskan sebanyak delapan tembakan tepat sasaran. Sementara Laskar Joko Tingkir hanya melepaskan dua percobaan tepat sasaran.
Rapatnya pertahanan Persela, ditambah penampilan gemilang kiper Rafli Mahreza, membuat pasukan Mutiara Hitam frustrasi. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor 0-0 tak berubah.
Pelatih Persela, Bima Sakti, mengaku bersyukur atas tambahan satu poin penting yang diraih di markas Persipura.
“Kita bersyukur bisa menahan Persipura. Sejak awal kami sudah sampaikan kepada pemain bahwa Persipura adalah tim yang bagus dan mengalami progres luar biasa sejak ditangani Coach RD (Rahmat Darmawan),” kata Bima Sakti, usai laga.
Pelatih berusia 50 tahun itu menambahkan, kunci permainan timnya adalah kesabaran dalam meredam agresivitas tuan rumah, terutama pada menit-menit awal pertandingan.
“Saya minta pemain untuk bisa bertahan dengan baik di 15 menit awal, karena Persipura biasanya tampil sangat agresif. Saya tekankan agar pemain tetap sabar dan tidak terpancing. Setelah itu, kami tahu di babak kedua mereka pasti akan bermain lebih all-out, jadi kita antisipasi,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Persipura, Rahmat Darmawan, tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya meski gagal meraih kemenangan di kandang sendiri.
“Saya mengucapkan terima kasih atas perjuangan para pemain dan dukungan dari seluruh pendukung Persipura. Mohon maaf hari ini kami belum bisa memberikan kemenangan,” kata Rahmat Darmawan.
Pelatih yang akrab disapa RD itu menilai timnya sebenarnya sudah menciptakan banyak peluang, namun belum mampu mengonversinya menjadi gol.
“Kami sudah mencoba berbagai cara dan menciptakan banyak peluang. Tapi memang hasil belum berpihak, termasuk penalti tadi. Saya tidak akan menyalahkan pemain, ini menjadi tanggung jawab saya sebagai pelatih, dan kami akan fokus untuk pertandingan berikutnya,” pungkasnya.
Hasil dari pertandingan ini membuat posisi Persipura turun ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup 2 Championship dengan koleksi 47 poin, tergusur Barito Putera yang unggul satu poin setelah mampu menaklukkan PSS Sleman. Sedangkan Persela tetap menempati posisi 5 dengan koleksi 37 poin. (fak/kun)






