Jember (beritajatim.com) – Persediaan padi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Jember, Jawa Timur mengalami surplus sepanjang 2022. Namun persediaan daging sapi berkurang karena serangan virus penyakit mulut dan kuku.
Pelaksana Tugas Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman mengatakan, selama 2022 tersedia 520.215 ton padi di Kabupaten Jember, dengan tingkat kebutuhan sebanyak 302.840 ton. “Jadi terdapat surplus sebanyak 217.375 ton,” kata Firjaun, dalam Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Jember 2022, ditulis Minggu (26/3/2023).
Surplus juga terdapat pada komoditas Jagung. Firjaun mengatakan, persediaan jagung di Jember sebanyak 25.247 ton dengan tingkat kebutuhan sebanyak 7.296 ton. Dengan begitu terdapat surplus sebanyak 17.951 ton.
“Skor Pola Pangan Harapan (PPH) 2022 tercatat sama sejak 2019 yakni sebesar 97,70 persen. Hal ini berarti diversifikasi dan pemanfaatan pangan di Kabupaten Jember stabil dan termasuk dalam kategori tinggi,” kata Firjaun.
Hal ini tak lepas dari peningkatan produktivitas padi. Tahun lalu, luas panen tanaman padi mencapai 161.004 hektare dengan produksi sebanyak 983.663 ton. “Tingkat produktivitasnya 61,10 kuintal per hektare,” kata Firjaun.
BACA JUGA:
Petani Jember Desak Pemerintah Revisi Harga Gabah
Sementara pada 2021, luas lahan panen padi mencapai 157.596 hektare dengan produktivitas 61,04 kuintal per hektare. Produksi padi tahun itu tercatat sebanyak 961.997 ton.
Peningkatan serupa juga ditunjukkan pada komoditas jagung. Tahun 2021, luas lahan panen jagung mencapai 64.489 hektare dengan produksi sebesar 400.068 ton. Tingkat produktivitasnya tercatat sebesar 62,03 kuintal per hektare. Tahun berikutnya luas panen jagung mencapai 68.655 hektare dengan produksi sebesar 451.265,23 ton, dan tingkat produktivitas 65,73 kuintal per hektare.
Namun, lanjut Firjaun, terdapat penurunan jumlah produksi hasil ternak daging sapi tahun lalu dibandingkan tahun sebelumnya, dari 1.858 ton menjadi 1.748,9 ton. “Ini dampak serangan virus penyakit mulut dan kuku (PMK),” kata Firjaun. Sementara itu produksi daging kambing sebanyak 292 ton, daging domba sebanyak 514 ton, susu sebanyak 15.488 ton, dan telur sebanyak 29 ton.
Sektor perikanan mencatatkan peningkatan pula, dari produksi 26.811,6 ton yang setara dengan Rp 502,8 miliar pada 2021 menjadi 28.841 ton yang setara dengan Rp 544 miliar pada 2022. Rinciannya, 13.591 ton berasal dari sektor perairan tangkap dengan nilai 167,4 miliar, dan 15.250,1 ton dari sektor perairan budidaya dengan nilai Rp 376,6 miliar. Ini didukung dengan program distribusi bantuan bibit ikan sebanyak 500 ribu bibit ikan lele kepada masyarakat yang tersebar di 31 kecamatan.
Peningkatan produksi ini diikuti dengan peningkatan nilai tukar nelayan sebesar 103 persen pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 102 persen. “Sementara itu angka konsumsi ikan di Kabupaten Jember pada 2022 sebesar 28,59, lebih tinggi dibandingkan Tahun 2021 yang tercatat sebesar 27,98,” kata Firjaun. [wir]






