Jember (beritajatim.com) – Lapangan kerja sektor pertanian di Kabupaten Jember tidak begitu disukai oleh generasi muda. Jumlah petani di Jember memang besar, namun mayoritas berusia menjelang uzur.
Tahun 2013, ada 365 ribu orang bekerja sebagai petani di Jember. Sekitar 37 persen berusia di atas 55 tahun. “Sementara yang usia di bawah 34 tahun cuma 10 persen. Mungkin anak-anak petani sudah tak mau lagi jadi petani,” kata Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Lukman Hakim.
Dari sisi penguasaan teknologi, berdasarkan hasil survei 2018 oleh Badan Pusat Statistik, 90 persen petani di Jember belum memiliki akses ke internet. “Jadi petani Jember ini sudah tua, gagap teknologi. Jadi HP-nya masih jadul. Jadi ini problem sumber daya manusia petani di Jember,” kata Lukman.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pertanian”]
Lukman menduga faktor usia sumber daya manusia ini yang kemudian mempengaruhi tingginya preferensi ke pupuk kimia daripada organik. Realisasi penyaluran pupuk kimia dari tahun ke tahun meningkat. Tahun 2014, jumlah pupuk urea yang disalurkan pemerintah kepada petani 4,1 juta ton. Sementara pada 2018 naik menjadi 4,2 juta ton. Begitu juga pupuk NPK, dari 2,5 juta ton menjadi 2,71 juta ton. “Namun di sisi lain realisasi pupuk organik dari 1 juta ton menjadi 760 ribu ton,” katanya.
Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro menyebutkan kondisi ini butuh kepedulian pemerintah daerah. “Harus ada inovasi yang didukung bupati agar sektor pertanian menjadi menarik dan menguntungkan. Siapkan regenerasi yang tersistem berkesinambungan serta terkawal, agar pertanian tidak ditinggalkan kaum muda yang lebih suka bekerja di pabrik atau kantoran. Perlahan tapi pasti harus ada industri berbasis pertanian,” katanya.
Jumantoro memandang, seharusnya bupati menyiapkan konsep nyata dengan melibatkan perguruan tinggi maupun lembaga petani. “Buat terobosan berbasis teknologi agar pemuda, terutama anak muda di desa dilatih kemampuan untuk bertani secara modern dan difasilitasi dengan anggaran cukup. Anak muda yang bertani ke depan harus berjiwa wirausaha,” katanya. [wir/suf]






