Surabaya (beritajatim.com) – Pemain asal Surabaya, Oktavianus Fernanto, meyakinkan para suporter dan meminta maaf atas keterpurukan tim dalam lima pertandingan terakhir. Meski begitu, ia menegaskan bahwa para pemain tidak tinggal diam dan terus berusaha memperbaiki performa.
“Kami sebagai pemain dan tim minta maaf semua. Kami menyadari bahwa performa lima laga terakhir seperti ini. Tapi kami pemain tidak berdiam diri. Apa aja kami lakukan. Kemarin kita kumpul, menguatkan, dan memberi solusi satu sama lain. Itu sudah kami lakukan,” ungkap pemain yang kerap disapa Ofan ini.
Kakak dari Marselino Ferdinan itu juga menjelaskan bahwa salah satu kendala utama tim adalah kesulitan mencetak gol. Sejak awal musim, pelatih dan seluruh elemen tim telah berusaha membenahi kelemahan tersebut.
“Kita dari awal, sejak awal musim, kita langsung berlatih pagi, itu dari setiap pemain. Kita memberikan itu, karena itu dari hati demi kelancaran kita. Itu ikhtiar kita untuk juara. Tapi setiap laga, kami selalu introspeksi antar pemain, apa yang kurang, apa yang tambah,” ujarnya.
Menurut Ofan, banyaknya skuad baru dalam tim menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia optimis Persebaya bisa bangkit dan kembali bersaing di papan atas.
“Kita menyadari bahwa ini skuad baru, tapi kalau kita bisa melewati ini, kami bisa naik kelas, konsisten mengarungi Liga. Next, kami tidak akan melakukan pergantian yang daya tahu banyak out. Kami mau punya fondasi di sini,” katanya.
Senada dengan Ofan, kiper Persebaya, Ernando Ari, juga menilai pertemuan dengan suporter sangat penting. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi dorongan bagi tim untuk terus berbenah.
“Di tim ini kan sebenarnya trennya sudah bagus. Persebaya kalau trennya kurang bagus, kalian yang introspeksi kita. Ini sebagai bentuk cinta pada kami dan cara anda untuk mengingatkan kami untuk melakukan sesuatu agar tetap di papan atas dan untuk jadi juara,” ungkap Nando.
Ia juga menambahkan bahwa kebersamaan dalam tim sangat kuat, namun dukungan dari suporter juga menjadi faktor penting bagi kesuksesan Persebaya.
“Menurut saya, ini tim yang paling bagus, kekeluargaannya paling bagus, tetapi kita bukan cuman butuh dari pemain, tetapi dimulai dari kalian dulu, kalau kalian beri support sepenuhnya, baru kami bisa beri segalanya demi tim. Dan apa yang kita lakukan di luar lapangan, pasti ada evaluasi, setiap match,” tutupnya. [way/beq]






