Pasuruan (beritajatim.com) – Aksi brutal sekelompok pemuda bersenjata tajam di simpang empat Desa Sumbergedang, menyisakan ketakutan mendalam bagi warga sekitar. Meski kericuhan hari Selasa (27/1/2026) berlangsung cukup lama, kehadiran petugas di lokasi dinilai terlambat.
Warga menyayangkan minimnya patroli di titik rawan sehingga gerombolan gangster leluasa memamerkan senjata tajam dan memicu kerusuhan di jalanan. Kelambanan penanganan ini membuat para pelaku berhasil melarikan diri sebelum aparat kepolisian tiba di tempat kejadian perkara.
“Awalnya saya kira kecelakaan karena ramai, ternyata tawuran dan ada satu korban yang memegangi pundaknya mengaku dibacok,” ujar Nur, Kamis (29/1/2026).
Ketegangan yang pecah sekitar pukul 03.00 WIB tersebut membuat para pengguna jalan terpaksa memutar arah demi keselamatan nyawa. Lemahnya pengawasan keamanan di jam-jam rawan dianggap menjadi celah bagi massa luar daerah untuk masuk dan menciptakan kekacauan di wilayah Pandaan.
Masyarakat sempat menyaksikan massa membawa berbagai senjata tajam jenis parang hingga pisau bergerigi tanpa adanya tindakan pencegahan dini dari pihak berwenang. Situasi mencekam ini dilaporkan berlangsung hingga menjelang pagi sebelum akhirnya petugas datang melakukan pengecekan.
“Suasananya sangat mencekam karena ada yang membawa parang dan celurit, sementara warga hanya bisa melihat dari jauh,” tambah Nur menceritakan suasana di lapangan.
Kapolsek Pandaan baru memberikan keterangan setelah video aksi tawuran tersebut viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Polisi menyatakan bahwa para pelaku bukan merupakan warga setempat melainkan kelompok dari luar wilayah yang datang secara tiba-tiba.
“Perkembangan lebih lanjut masih kami dalami dengan meminta keterangan warga sekitar dan pemerintah Desa Sumbergedang,” ujar Kapolsek Pandaan, Kompol Slamet Prayitno. (ada/but)






