Banyuwangi (beritajatim.com) – Seleksi Jagoan Tani Banyuwangi 2023 sudah masuk tahapan business model. Ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas mereka.
Saat melakukan seleksi di Pendopo Sabha Swagata, Blambangan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir langsung.
Hal itu, menjadi kesempatan para Jagoan Tani Banyuwangi untuk pamer dan presentasi.
Sebelum melakukan presentasi, para peserta telah mengikuti mentoring secara offline pada 20-21 Juli. Mereka digembleng oleh mentor yang berpengalaman di bidangnya, seperti Sr. Manager Research and Validation E-Fishery dan Priyandaru Agung CEO Pandawa Agri.
Ada juga Kukuh Roxa; Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Mangku Purnomo, Founder Jagoan Indonesia & PiknikHub, Dias Satri, Founder Let’s Play Indonesia, Arif Bawono, CEO PT. Sirtanio Organik Indonesia, Ahmed Tessario; dan Founder Ais Coffee, Azmi Zakki.
Dalam presentasinya, para peserta menunjukkan antusiasme dan kreativitasnya dalam menyampaikan ide bisnisnya. Di antaranya adalah Tim Jalen Mushroom Foods.
Baca Juga: Gawat, Harganya Naik, Gas Elpiji 3 Kilogram di Banyuwangi Susah Dicari
Mereka mengambil tema jamur. Dalam inovasinya, tim tersebut mengolah jamur menjadi berbagai produk turunannya.
Ada juga Tim Lomeal yang menyediakan alternatif makanan pokok dengan bahan Mocaf (tepung singkong) dan Dried Fruit (buah yang dikeringkan).
“Kami ingin anak muda Banyuwangi yang bisa berperan terhadap pertanian Banyuwangi. Kontribusi PDB terus menurun setiap tahun. Jumlah petani juga. Jagoan Tani dibutuhkan untuk menjawab itu dan anak Banyuwangi harus muncul mendongkrak pertanian Banyuwangi,” ujar Ipuk, Sabtu (22/7/2023).
Untuk tahun ini, Jagoan Tani menyediakan hadiah Rp127,5 juta bagi para kandidat terpilih sebagai stimulus modal usaha. Para peserta juga mendapatkan bimbingan lebih lanjut dari para mentor dan fasilitator untuk mengembangkan bisnisnya. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan akses ke modal usaha, pasar, dan jejaring yang luas. (rin/ted)






