Banyuwangi (beritajatim.com) – Masih di Kecamatan Muncar. Kali ini, menengok produksi pengolahan petis udang rumahan dan tradisional.
Ya, sejak dahulu kala Kecamatan Muncar memang sebagai lumbung tangkapan ikan. Produksi ikan di kawasan ini menjadi yang terbesar di Banyuwangi.
Begitu banyaknya, hasil tangkapan ikan sehingga muncul industri di berbagai tempat. Baik industri modern hingga tradisional maupun rumahan.
Salah satu contoh usaha pengolahan ikan skala rumahan adalah produksi petis udang. Lokasinya di Dusun Sidomulyo, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.
Rumah usaha petis udang itu adalah milik Heru Dwi Narto. Usahanya cukup legendaris, karena sudah bermula sejak puluhan tahun lalu.
“Usaha keluarga ini telah beroperasi selama 28 tahun,” kata Heru
Saat ini, kata Heru, rumah produksinya mampu berproses lebih banyak dan dilakukan secara mandiri. Bahkan, mampu memproduksi hingga 7 kwintal petis udang setiap harinya.
“Ini usaha keluarga. Keunggulan produksi petis udang kami memakai gula yang kami buat sendiri,” terangnya.
Keunggulan lain, karena semua proses pengolahan dan bahannya menggunakan cara mandiri, sehingga menghasilkan cita rasa khas. Kondisi itu menguatkan, jika rumah produksi petis udang ini berhasil mempertahankan kualitasnya.
“Sehingga ada cita rasa yang khas. Pasar kami masih untuk memenuhi kebutuhan pasar Banyuwangi,” kata Heru.
Usaha yang digeluti oleh Heru Dwi Narto itu mendapat perhatian dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Pihaknya secara langsung bahkan mendukung usaha produksi milik warga tersebut.
“Kami juga meminta OPD terkait untuk memberikan pendampingan, agar produksi mereka meningkat dan pasarnya lebih luas,” imbuhnya. [rin/aje]






