Blitar (beritajatim.com) – Surati, nenek berusia 90 tahun, menjadi satu dari 48 lansia yang menghabiskan waktu puasa di Pondok Ramadhan Janda dan Lansia Masjid Mustajabu Da’waat dusun Bendelonje desa Kendalrejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar. Nenek 13 cucu itu sudah 10 tahun ikut kegiatan pondok Ramadhan.
Meski telah berusia hampir 1 abad namun semangat beribadah dan menuntut ilmu agama nenek Surati tidak pernah kendor. Setiap kegiatan pondok Ramadhan nenek Surati bahkan bisa 20 kali khatam membaca Al-Qur’an.
Baginya membaca Al-Qur’an bukanlah hal yang sulit, meski pendengarannya berkurang drastis namun penglihatan dari nenek Surati masih normal. Kondisi tubuhnya yang sudah membungkuk pun tidak menjadi halangan baginya untuk membaca Kalam Allah.
“Alhamdulillah saya masih dikasih kesehatan sehingga bisa membaca Al-Qur’an, kalau khatam Al-Qur’an tahun lalu bisa 20 kali,” kata Surati, Lansia Peserta Pondok Ramadhan di Masjid Mustajabu Da’waat Bendelonje Blitar, Senin (27/03/23).
Alasan utama nenek Surati mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan adalah untuk memperdalam ilmu agama Islam. Dirinya pun ingin ketika tuhan memanggilnya dalam keadaan khusnul khatimah.

Maka dari itu dirinya rutin mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan di setiap bulan puasa. Selain ilmu agama Islam, nenek berusia 90 tahun itu mengaku mendapatkan ketentraman hati saat mengikuti berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari tadarus Al-Qur’an, mengaji, senam hingga buka dan sahur puasa.
“Hati itu jadi tenang gitu, jadi ayem kita ini kan tinggal nunggu panggilan kalau tidak menyiapkan bekal gimana, bismillah saya pingin khusnul khatimah,” tegasnya.
Cerita serupa juga diungkapkan oleh nenek Sholikhah. Nenek yang telah berusia 79 tahun itu mengaku telah 10 kali ikut kegiatan pondok Ramadhan.
Di setiap even pondok Ramadhan nenek Sholikhah pun mampu mengkhatamkan Al-Qur’an hingga 20 kali. Kondisi tubuhnya yang sudah tidak sekuat dulu tak membuat semangatnya padam untuk membaca kitab suci Al-Qur’an.
Suara lantunan ayat demi ayat Al-Qur’an masih terdengar merdu keluar dari mulut nenek berusia 79 tahun tersebut. Meski kulitnya sudah keriput namun suara bacaan ayat Al-Qur’an yang keluar dari mulutnya masih lantang layaknya anak muda.
“Saya pingin khusnul khatimah, saya ingin membekali masa tua saya dengan ibadah. Kalau khatam sama dengan yang lain sekitar 20 kali Al-Qur’an,” katanya.
Selain untuk mencari ilmu agama Islam, Sholikhah sengaja mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan ini agar kembali menikmati suasana kebersamaan. Pasalnya selama ini Sholikhah tinggal sendiri RI rumahnya di desa Kendalrejo Kecamatan Talun Kabupaten Blitar.
BACA JUGA:
Unik, Ada Pondok Ramadhan Khusus Janda dan Lansia di Blitar
Lewat Program PHP, Mahasiswa Kesos UMM Berdayakan Janda
Janda dan Lansia Jadi Target Bantuan Dinsos Kota Pasuruan
Ke-4 anaknya telah menikah dan tinggal bersama sang istri di daerah masing-masing. Sholikhah yang merasa kesepian kemudian memilih untuk mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan.
“Kan di rumah juga sendiri jadi saya memutuskan untuk ikut kegiatan pondok Ramadhan setiap tahun sudah sepuluh kali ini,” imbuhnya.
Sholikhah pun merasa bahagia dan tenang ketika mengikuti kegiatan Pondok Ramadhan. Dirinya pun merasa bersyukur karena seperti mendapatkan keluarga baru di tengah kesepian yang dialaminya. [owi/but]






