Lamongan (beritajatim.com) – Nasib nahas menimpa PNB, seorang anak berumur 3 tahun di Lamongan yang tewas terlindas truk bermuatan tabung gas elpiji, Selasa (11/4/2023).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun beritajatim.com dari pihak kepolisian, insiden itu terjadi di Jalan PUK, Dusun Takeran, Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
“Iya, terjadi insiden laka di Desa Takeranklating, ada korban anak kecil yang tewas di tempat, sore tadi, sekira pukul 17.00 WIB,” ujar Kasi Humas Polres Lamongan, IPDA Anton Krisbiantoro, Selasa (11/4/2023).
Mengenai kronologinya, Anton menjelaskan bahwa insiden ini bermula saat kendaraan truk bernopol S-9956-J yang dikemudikan oleh Dio Agus Setiawan (28), warga asal Desa Takeranklating, Kecamatan Tikung, yang juga tetangga korban, bergerak mundur dari arah timur ke barat.
https://beritajatim.com/peristiwa/kecelakaan-beruntun-lamongan-truk-tabrak-truk-sedan-kena-imbasnya/
Sesampainya di TKP (tempat kejadian perkara), tiba-tiba muncul pejalan kaki atau korban PNB yang berlari dari arah barat ke timur mendekati truk tersebut. Lantaran jaraknya yang sudah dekat dan dalam keadaan blind spot, akhirnya insiden laka itu pun tak terhindarkan.
“Keadaan blind spot, sehingga korban tertabrak, terbentur dengan keras dan mengalami luka dan cedera di bagian kepalanya. Korban meninggal dunia di TKP, seketika itu juga,” beber Anton.
Atas kenyataan ini, warga setempat pun histeris dan berduyun-duyun menuju ke TKP. Akan tetapi, para warga itu tidak berani untuk mengevakuasi korban dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Saat petugas kepolisian dari Polsek Tikung datang ke TKP, mayat anak yang malang itu sudah ditutupi dengan terpal oleh warga. Korban lalu dievakuasi oleh polisi.
“Perkara kecelakaan yang mengakibatkan seorang bocah meninggal ini ditangani Gakkum Satlantas Polres Lamongan,” tutup Anton.[riq/ted]






