Blitar (beritajatim.com) – Kekeringan yang terjadi di Kabupaten Blitar terus meluas hingga dua desa. Dua desa tersebut adalah Desa Jambewangi, Kecamatan Selopuro dan Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi.
Kekeringan ini merupakan imbas ditutupnya aliran Sungai Lekso. Penutupan ini dilakukan karena masih dalam proses perbaikan dam akibat rusak.
“Iya hari ini kami ada permintaan droping air bersih ke 4 RT di Lingkungan Tenggong, Tangkil. Rupanya imbas ditutupnya aliran Sungai Lekso makin meluas ke arah utara atau arah hulu sungai,” kata Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, Senin (29/5/2023).
Sebelumnya, kekeringan hanya melanda Desa Jambewangi. Namun kini, kekeringan meluas hingga ke Lingkungan Tenggong RT. 01, RT. 02, RT. 03, RT. 04 di RW 07 Kelurahan Tangkil.
Total ada ratusan sumur warga di 2 desa tersebut yang mengalami kekeringan. Lokasi sumur warga yang Kekeringan itu berada di bantaran sungai Lekso.
Baca Juga:
Dam Sungai Rusak, Ratusan Sumur di Blitar Kekeringan
Menuru BPBD Kabupaten Blitar, dam yang rusak tersebut hingga saat ini masih dalam proses perbaikan. Sehingga, aliran Sungai Lekso yang mengarah ke selatan untuk sementara ditutup sampai proses perbaikan dam selesai dikerjakan.
Hal itupun berimbas pada menyusutnya debit air sumur di sekitar aliran Sungai Lekso.
Ivong menyebut distribusi hari ini disalurkan langsung dari mobil tangki ke tandon air yang sudah ada di hampir tiap rumah warga. Pihaknya telah mempersiapkan dampak kebencaan kekeringan ini akan meluas, ketika muncul fenomena awal di Kecamatan Selopuro.
“Proses pembangunan dam Susukan itu telah selesai. Tinggal menunggu kering saja. Itu estimasinya butuh waktu sampai empat hari ke depan. Tapi kami tetap antisipasi, apakah ketika saluran air sudah dibuka itu debit sumur warga langsung terisi normal,” terangnya.
Ivong menjelaskan lokasi sumur kering ini memang berada di bantaran sungai dengan radius sekitar 50-100 meter. Pihaknya tidak menyangka jika aliran sungai yang ditutup bisa mengakibatkan debit air sumur sepanjang bantaran sungai mengering.
Untuk itu, selain melakukan droping air bersih selama ada permintaan dari warga. BPBD juga melakukan assesment agar kondisi ini bisa diantisipasi sebelumnya.
“Sedangkan untuk mengantisipasi munculnya banjir bah di aliran Sungai Lekso, BPBD telah memasang bronjong di sepanjang hulu sungai sampai wilayah Tangkil. Hari ini, pemasangan Bronjong dilakukan di RW 01 dan RW 02 Kelurahan Wlingi,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bah menerjang Sungai Lekso pada April lalu. Terjangan banjir mengakibatkan dam Susukan rusak dan diperbaiki oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Selama proses pembangunan dam Susukan itu, aliran Sungai Lekso ditutup ke mengarah ke selatan. Aliran sungai dibuka ketika jalurnya telah masuk ke Sungai Brantas.
Ternyata, penutupan aliran sungai itu mengakibatkan debit sumur di sepanjang aliran sungai menyusut hingga kering. Sejak Jumat, BPBD telah melakukan droping air ke ratusan warga di Dusun Wonorejo RT.02,01/RW.07,06 dan Dusun Sumberejo RT.01, 02/RW.09 Desa Jambewangi Kecamatan Selopuro.
Kekeringan itu kemudian meluas, ke arah Utara , atau arah hulu Sungai Lekso. Yakni di Kelurahan Tangkil, Kecamatan Wlingi. [owi/beq]






