Bojonegoro (beritajatim.com) – Jembatan di Jalan Poros Utama Kecamatan (PUK), turut Dukuh Pipil, Desa Bakalan, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, putus. Kejadian putusnya jembatan itu diduga akibat pondasi jembatan ambles usai diguyur hujan, Kamis (06/07/2023) sore.
Jembatan penghubung Dusun Pipil Desa Bakalan Kecamatan Tambakrejo dengan Dusun Baru Desa Banjarejo Kecamatan Padangan yang putus itu sedang dalam proses pelebaran. Proyek pelebaran dikerjakan oleh CV Kencana Bahari. Pelebaran dilakukan di kedua belah sisi.
“Saat ini, jembatan tersebut ditutup dan dipasang garis polisi. Sementara untuk kendaraan warga yang hendak melintas, dialihkan melewati jalur alternatif lainnya,” ujar Kapolsek Tambakrejo, Inspektur Satu (Iptu) M Thohir, Jumat (07/07/2023).
Menurutnya, proyek pelebaran jembatan itu masih dalam proses penggalian untuk pemasangan beton tiang jembatan sebagai penyangga. Penggalian dilakukan di sisi kiri dan kanan. Lobang galian yang akan dipakai untuk pondasi itu terisi air dan gundukan tanah bekas galian di tingan penyangga longsor terkena aliran air.
“Dari situlah akhirnya gundukan tanah yang berada di bawah tiang penyangga jembatan bagian tengah longsor tergerus arus air, dan masuk ke dalam lubang yang baru digali, sehingga tiang jembatan yang ada di tengah menggantung,” jelasnya.
Kapolsek menambahkan bahwa akibat kaki jembatan yang menggantung, sehingga terjadi keretakan pada jembatan dan akhirnya lepas atau putus, karena tiang jembatan tersebut ambles.
“Jadi tidak sekaligus ambrol, tapi ambles, karena tanah atau penyangga di bawah kaki jembatan itu longsor akibat tergerus air. Seandainya kalau tidak ada hujan, kemungkinan ya tidak terjadi,” pungkasnya. [lus/kun]
BACA JUGA:






