Peristiwa

Diduga Ceburkan diri ke Laut Makassar, Mahasiswi Unair Hilang

foto/ilustrasi

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang mahasiswi Fakultas Sains dan Teknik Universitas Airlangga (Unair) berinisial SU dilaporkan hilang dan diduga menceburkan diri ke Laut Makassar, Selasa (08/11/2022) lalu. Hingga kini, SU belum ditemukan.

Martha Kurnia Kusumawardani, Ketua PKIP Unair membenarkan kabar tersebut. Martha menjelaskan jika pihak kampus mendapat kabar dari kedua orang tua SU terkait kabar tersebut.

“Terkait mahasiswi atas nama Syahna yang dikabarkan hilang saat perjalanan ke makassar, memang benar Syahna adalah mahasiswi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknik Unair angkatan 2021. Kami dari pihak Univ Airlangga turut prihatin dengan kejadian tersebut dan berharap yang terbaik untuk Syahna dan keluarga. Kami siap siaga bila pihak keluarga membutuhkan bantuan. Semoga segera ada kabar terbaik,” ujar Martha saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu, Aipda Hadi Iswanto Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengatakan jika orang tua korban sudah melaporkan ke polisi. SU dinyatakan hilang, karena hingga kapal dibongkar muat di pelabuhan, seluruh barangnya masih tertinggal, dan korban tidak terlihat.

Menurut Hadi, SU sempat terekam CCTV kapal yang menunjukan jika SU keluar dari kamarnya dan menuju ke toilet. Namun, seusai dari toilet, SU tidak kembali ke kamar dan menuju anjungan kapal.

“Barang-barangnya ditinggal di kamar. Sepatu, tas, laptop, dompet, kacamata. Keluarga melapor ke Polres Tanjung Perak tanggal 9 November 2022, pukul 13.30. Anaknya naik kapal mulai senin 7 November. Tinggal beberapa jam kapal sandar, dinyatakan hilang,” jelas Hadi.

Dugaan sementara, lanjut Hadi, SU nekat menceburkan diri ke sungai. Selain tidak kembali mengambil barang-barang berharganya, tidak ada rekaman CCTV yang merekam SU kembali dari anjungan kapal.

Selain itu, dari keterangan saksi yang sempat satu kamar dengan SU, korban sempat menceritakan permasalahan yang sedang dihadapi dan ingin pergi ke Makassar untuk menenangkan diri.

“Kalau indikasi (bunuh diri) ada, karena mungkin stress ada permasalahan di rumah atau keluarga, sehingga memutuskan jalan-jalan ke Makassar tanpa didampingi. Cerita terakhir korban pada ibu-ibu (rekan sekamarnya) tadi, saksi mata, punya banyak pikiran sehingga ingin jalan-jalan ke Makassar,” jelasnya lagi.

Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil koordinasi jika ada jenazah yang ditemukan di peraian sekitar. “Kita koordinasi dengan reskrim sana juga, barangkali ada penemuan mayat di laut atau jenazah tanpa identitas, sampai sekarang tidak ada,” imbuhnya.

Sementara Muh Rizal Kepala Operasional Basarnas Sulawesi Selatan yang menangani pencarian SUY menyatakan, belum bisa melakukan pencarian. Alasannya, tidak ada titik koordinat diduga jatuhnya korban.

“Kejadian menurut berita acara (PT Dharma Lautan Utama) ini juga sudah tanggal 8 November 2022, sekarang sudah hari ke tujuh,” kata Rizal dikonfirmasi terpisah.

Namun, dirinya sudah berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berlayar agar bisa memberi informasi, jika menemukan korban.

“Kemarin saat terima info, kami sudah mengirimkan info ke Vessel Traffic System untuk menyalurkan ke kapal-kapal yang berlayar untuk memberikan bantuan apabila melihat korban dan menginfokan ke kami. Sampai sore ini belum ada. Kami belum bisa mencari tanpa posisi yang pasti. Sementara kami pantau terus,” bebernya. (ang/kun)

Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk
mengatasi masalah depresi atau Kamu
melihat orang yang ingin melakukan aksi
bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat
Kementerian Kesehatan di 119

Apa Reaksi Anda?

Komentar