Blitar (beritajatim.com) – Warga Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar mendadak geger dengan penemuan sebuah objek yang diduga kuat merupakan bom atau roket sisa perang. Objek berukuran masif dengan panjang sekitar 1,5 meter dan diameter mencapai 80 centimeter tersebut ditemukan terbenam di aliran Sungai Lahar.
Menariknya, lokasi penemuan benda pemusnah massal kuno ini ternyata hanya berjarak sekitar 500 meter dari sebuah situs bersejarah yang dulunya merupakan markas militer.
Kedekatan lokasi penemuan bom dengan pusat aktivitas militer masa lalu dikonfirmasi oleh Tris, salah seorang warga setempat. Menurutnya, kawasan di sekitar Sungai Lahar tersebut memang memiliki rekam jejak militer yang panjang, bahkan sejak era penjajahan Hindia Belanda.
“De Kolonial itu kan dulu bekas markas TNI, baru kosong sekitar 20 tahunan ini. Itu bangunan yang didirikan oleh Belanda dulu,” ungkap Tris, Kamis (9/7/2026).
Kedekatan geografis ini memicu dugaan kuat bahwa objek militer tersebut berkaitan erat dengan aktivitas pertahanan atau pergolakan senjata di masa lampau yang berpusat di markas “De Kolonial” tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, proses pengangkatan objek diduga bom tersebut berjalan cukup alot. Kerumitan medan dan faktor keselamatan membuat petugas harus ekstra hati-hati. Sebuah batu berukuran besar diketahui menghimpit objek tersebut di dasar sungai.

Perwira Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, menjelaskan bahwa tim gabungan lintas instansi telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan khusus.
“Terkait dugaan penemuan mortir saat ini tim sedang bekerja. Dari Polres Blitar Kota, dari Jibom Polda Jatim, dan BPBD Kota Blitar sedang berupaya untuk mengangkat batu terlebih dahulu sebelum mengangkat yang diduga roket tersebut. Karena batunya cukup besar, kita menggunakan derek dari BPBD. Mudah-mudahan cepat selesai,” kata AKP Samsul Anwar.
Untuk mengamankan objek berbahaya ini, sedikitnya 15 personel ahli dari Tim Penjinak Bom (Jibom) Satbrimob Polda Jatim telah disiagakan di lokasi. Pihak kepolisian masih enggan berspekulasi lebih jauh mengenai jenis spesifik maupun asal-usul negara pembuat bom raksasa tersebut sebelum wujudnya terangkat utuh ke permukaan.
“Untuk spesifikasinya lebih jelasnya nanti setelah bisa diangkat baru bisa menjelaskan. Ya, kurang lebih perkiraan ukuran diameternya sekitar 80 cm. Untuk jenisnya (bom, mortir, atau roket) belum tahu. Nanti setelah semuanya tuntas terangkat baru bisa diketahui jenisnya apa dan buatan mana,” tambah AKP Samsul.
Mengenai rencana pemusnahan atau disposal, AKP Samsul menegaskan keputusan sepenuhnya berada di tangan Tim Jibom setelah analisis struktur bom selesai dilakukan.
“Belum tahu (lokasi disposal). Itu soalnya belum terangkat. Nanti kalau sudah berhasil diangkat, baru direncanakan dan ditentukan oleh tim Jibom akan di-disposal di mana,” pungkasnya.
Saat ini, garis polisi telah dipasang di sekitar area Sungai Lahar Kelurahan Sukorejo Kota Blitar guna mengantisipasi kerumunan warga yang penasaran, sekaligus menjaga sterilisasi radius aman selama proses evakuasi berlangsung. (owi/but)






