Madiun (beritajatim.com) – Kenaikan harga beras di pasaran mendorong masyarakat Kabupaten Madiun beralih ke beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Selain harganya lebih terjangkau, ketersediaan stok di tingkat pedagang juga dinilai aman berkat kemudahan distribusi dari Bulog.
Pedagang beras di Pasar Pagotan, Desa Uteran, Kecamatan Geger, Mochallan Irnanda Yusuf mengatakan, permintaan beras SPHP terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu terjadi seiring naiknya harga beras medium maupun premium di pasaran.
“Harga beras premium sekarang sudah mendekati Rp15 ribu per kilogram. Akibatnya banyak pelanggan yang beralih membeli SPHP karena selisih harganya cukup jauh, tetapi kualitasnya tetap baik,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Menurut Mochallan, sesuai ketentuan pemerintah, beras SPHP dijual dengan harga eceran tertinggi Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 untuk kemasan lima kilogram. Harga tersebut dinilai masih terjangkau bagi masyarakat di tengah tren kenaikan harga pangan.
Tingginya minat masyarakat membuat penjualan SPHP di tokonya mencapai sekitar dua ton setiap pekan. Meski permintaan meningkat, ia memastikan pasokan dari Perum Bulog Cabang Madiun tetap lancar.
“Pengambilan sekarang lebih mudah. Dalam seminggu saya bisa mengambil satu sampai dua kali dengan total sekitar dua ton. Stok dari Bulog juga masih banyak, jadi kami tidak kesulitan memenuhi kebutuhan konsumen,” katanya.
Ia berharap program SPHP terus berlanjut karena dinilai mampu membantu pedagang menjaga ketersediaan beras sekaligus meringankan beban masyarakat.
“Program ini sangat membantu. Semoga tetap berjalan karena masyarakat masih sangat membutuhkan beras dengan harga yang terjangkau,” tuturnya.
Sementara itu, warga Desa Mendak, Kecamatan Dagangan, Sumadi mengaku selalu memilih beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sebagai petani yang tidak menanam padi, ia harus membeli beras setiap hari sehingga harga menjadi pertimbangan utama.
“Kalau harga beras biasa naik, saya memilih SPHP karena lebih hemat. Kualitasnya juga sudah cukup baik untuk konsumsi sehari-hari,” ungkapnya.
Ia berharap ketersediaan beras SPHP tetap terjaga agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh beras dengan harga yang lebih murah di tengah fluktuasi harga pangan.
“Yang penting stoknya selalu ada. Kalau pasokan lancar, masyarakat tentu lebih tenang karena kebutuhan pokok tetap bisa terpenuhi,” pungkasnya. [rbr/suf]






