Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Persebaya Surabaya memastikan persiapan menghadapi Super League musim 2026/2027 hampir rampung. Selain mengungkap kesiapan skuad, manajemen juga memberikan perkembangan terbaru terkait rencana membawa klub melantai di bursa saham melalui skema Initial Public Offering (IPO).
Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, mengatakan kebutuhan tim untuk musim ini telah terpenuhi sesuai proyeksi tim pelatih dan kini mendekati tahap akhir.
“Kalau untuk kebutuhan tim, insyaallah sudah mendekati 100 persen,” ujar Candra, Kamis (9/7/2026), di Surabaya.
Skuad Hampir Lengkap, Siap Jalani Pramusim
Menurut Candra, kesiapan tim didukung aktivitas Persebaya di bursa transfer yang telah menghasilkan enam pemain baru. Di sisi lain, manajemen juga berhasil mempertahankan sejumlah pemain inti yang masih masuk dalam rencana jangka panjang tim pelatih.
Komposisi pemain asing pun hampir memenuhi kebutuhan sesuai regulasi kompetisi yang berlaku.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru, Bajol Ijo dijadwalkan mengikuti sejumlah pertandingan pramusim. Salah satu agenda terdekat adalah tampil di turnamen Piala Presiden yang dijadwalkan mulai bergulir pada 25 Juli 2026.
Fokus Bangun Klub yang Berkelanjutan
Di luar aspek teknis, Persebaya juga terus memperkuat fondasi bisnis klub agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Candra menegaskan, sejak dikelola secara profesional pada 2017, Persebaya memiliki visi menjadi klub yang mandiri, sehat secara finansial, dan mampu berkembang sebagai institusi sepak bola modern.
Terkait dinamika kerja sama sponsor menjelang kompetisi, ia mengaku optimistis jumlah mitra strategis masih berpotensi bertambah.
“Kalau sekarang kelihatan berkurang, bisa jadi nanti malah bertambah. Mohon doanya aja agar semuanya lebih bagus untuk Persebaya,” katanya.
Rencana IPO Masih Dikaji
Menanggapi isu mengenai rencana Persebaya melakukan Initial Public Offering (IPO), Candra membenarkan bahwa wacana tersebut memang sedang dipersiapkan melalui kajian internal.
Namun, manajemen belum ingin terburu-buru mengambil keputusan. Menurutnya, langkah tersebut harus didukung kesiapan klub secara menyeluruh, baik dari sisi bisnis maupun prestasi di lapangan.
IPO, lanjut Candra, baru akan dipertimbangkan ketika hasil kajian telah matang, performa tim berada dalam tren positif, serta hubungan dengan mitra bisnis dan suporter berjalan dengan baik.
“Harapannya kajiannya juga bagus, prestasi tim bagus, kemudian ekosistem yang lain dengan partner dan supporter juga bagus. Nanti di waktu yang tepat, di waktu yang bagus, insyaallah kita akan sampaikan informasinya,” tutup Candra. (way/but)






