Blitar (beritajatim.com) – Berlabel Nasional, Blitar Ethnic National (BEN) Carnival 2023 justru terkesan memalukan. Sebab untuk menyukseskan acara yang menyuguhkan pagelaran budaya dari berbagai daerah di Indonesia itu, penitia masih meminta sumbangan nasi kotak ke sejumlah warung makan dan kafe di Kota Blitar.
Salah satu pengusaha Kuliner di Kota Blitar yang ditemui oleh tim beritajatim.com mengaku usahanya mendapat permohonan bantuan makanan nasi kotak untuk acara BEN Carnival 2023. Surat undangan itupun resmi dan memiliki nomor surat yang legal.
Bahkan dalam surat tersebut tertulis bersifat penting. Surat itu pun ditujukan kepada pemilik kafe, restoran, rumah makan se-Kota Blitar. Dalam surat tertulis tanggal surat yakni 7 Juli 2023.
Sang pemilik usaha yang enggan disebutkan namanya itu juga mengaku telah mengirimkan makanan nasi kotak sebanyak 20 boks. Setelah memberikan sumbangan makanan, sang pemilik usaha juga diberikan tanda bukti penerimaan dari panitia.
“Kan ya kayak gini memalukan juga to, masak kelasnya nasional lo,” ungkap pengusaha kuliner tersebut.
BACA JUGA:
Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Blitar Capai 9.303 Jiwa
Meski merasa aneh, namun sang pengusaha mengikhlaskan bantuan makanan tersebut. Ia berharap sumbangan makanan tersebut bisa ikut mensukseskan acara yang digelar pada hari Sabtu (15/7/2023).
“Kalau memberatkan ya tidak, kalau saya tak ikhlaskan aja,” imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Edy Wasono mengakui bahwa ada undangan yang disebarkan terkait permohonan bantuan nasi kotak. Meski demikian Edy menyatakan sumbangan itu hanya diperuntukkan bagi sejumlah pengusaha kuliner saja tidak untuk seluruh warung makan atau restoran yang ada di bumi Bung Karno.
“Iya benar, di antaranya,” ucap Edi saat ditanya mengenai kebenaran permohonan bantuan makanan tersebut.
BACA JUGA:
Kasus Antraks Pertama Jatim di Blitar, 32 Sapi Terserang
Edi menjelaskan bahwa peruntukan nasi kotak hasil sumbangan tersebut akan diberikan kepada bagian keamanan dan bukan untuk peserta atau panitia.
“Bukan (untuk peserta atau panitia), untuk keamanan,” tutup Edi.
Hal ini pun menjadi sesuatu yang memalukan. Pasalnya dalam promosinya panitia menggembar-gemborkan bahwa acara BEN Carnival ini bersekala nasional dan menampilkan puluhan kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia.
Namun nyatanya untuk memenuhi kebutuhan makan bagi bagian keamanan saja, panitia dan dinas terkait masih meminta sumbangan. [owi/beq]






