Magetan (beritajatim.com) – Sebuah bengkel sekaligus rumah tinggal di Desa Ngumpul Kecamatan Barat Kabupaten Magetan terbakar pada Rabu (23/8/2023) pukul 17.50 WIB. Akibatnya, dua unit sepeda motor dan tiga unit moto listrik serta barang berharga kain ludes terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 100 juta.
Rumah sekaligus bengkel itu merupakan milik Adi Winarno (40) warga setempat. Kebakaran itu pertama kali diketahui tetangga yang melihat kepulan asap di rumah Adi saat rumah itu ditinggal sang pemilik. Laporan berlanjut sampai ke pihak kepolisian hingga meminta bantuan ke Damkar Magetan.
Damkar Magetan pun mengerahkan tiga unit mobil damkar untuk memadamkan dan membasahi rumah sekaligus bengkel tersebut. Sekitar 1,5 jam upaya pemadaman pun selesai.
Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo menerangkan jika berdasarkan laporan dari Polsek Barat, diduga kebakaran bermula akibat korsleting arus listrik.
“Dari hasil olah TKP awal kejadian kebakaran tersebut diduga karena konsleting listrik. Ada kabel dan meteran yang terbakar. Peristiwa kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kuncahyo.
BACA JUGA:
Masih Kemarau, BPBD Magetan Malah Uji Kesiapan Hadapi Banjir dan Longsor
Namun, total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta. Harta benda milik Adi yang terbakar yakni dua sepeda motor, tiga sepeda listrik, dua televisi, peralatan rumah tangga, perabot, hingga surat-surat berharga.
Terpisah, Kasi Pencegahan Bidang Damkar Satpol PP dan Damkar Magetan Jarot Eka mengatakan jika sebelum kejadian itu pihaknya juga menangani kejadian kebakaran kandang sapi di Desa Driyorejo Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan pukul 11.56 WIB.
Salah seekor sapi mengalami luka bakar akibat kejadian itu. Pun, kandang sapi itu nyaris terbakar habis. Penyebabnya adalah pembakaran diang atau dedaunan yang dibakar untuk mengusir nyamuk. Kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta.
“Hari ini tadi ada dua kejadian kebakaran yang kami tangani. Pertama kebakaran kandang sapi di Driyorejo dan kedua di Barat. Kami memgimbau masyarakat agar selalu waspada. Bukan hanya saat membuat perapian, tapi termasuk peralatan listrik yang digunakan sehari-hari. Jika sudah usang, segera panggil ahli untuk memperbaiki agar korsleting listrik bisa diantisipasi,” katanya. [fiq/but]







