Iklan Banner Sukun
Peristiwa

Ribuan Jemaah Padati Peringatan Haul KH. Ahmad Muhtadi ke-74, Ziarah dan Tanjidor Pun Digelar

Puncak Peringatan Haul KH. Ahmad Muhtadi yang ke-74 di komplek Yayasan Pendidikan Ma'arif NU Al-Muhtadi, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan, Minggu (15/5/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Ribuan jemaah datang dari berbagai wilayah untuk menghadiri Puncak Peringatan Haul KH. Ahmad Muhtadi yang ke-74 di komplek Yayasan Pendidikan Ma’arif NU Al-Muhtadi, Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran, Lamongan, Minggu (15/5/2022).

Dari informasi yang dihimpun dari panitia, peringatan Haul tersebut diawali dengan kegiatan ziarah bersama pada sehari sebelumnya dan dilanjutkan dengan kegiatan ‘Jedoran’ atau Tanjidor pada malam harinya.

Sedangkan untuk puncak Haul, kegiatan digelar dengan Pengajian Akbar yang dihadiri oleh H. Nur Hidayat, M.A. (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU) dan Drs. KH. Taufiq Abdul Jalil, M.M. (Ketua Umum Ikatan Alumni Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang).

Panitia peringatan Haul ke-74, Syauqi mengatakan bahwa kegiatan Jedoran itu rutin dilakukan tiap kali peringatan haul digelar di Sendangagung. Menurutnya, Jedoran adalah seni musik yang bisasa dibuat untuk mengiringi seni pencak silat kuntulan yang diyakini telah ada sejak tahun 1930-an.

“Jedoran adalah seni musik yang terdiri dari 2 jedor dan 8 terbang. Konon dulunya seni musik ini dibuat untuk mengiringi seni pencak silat kuntulan yang menurut lisan ke lisan sudah ada sejak tahun 1930-an. Kali ini, penampilan Jedoran diisi oleh grup Jedor dari santri Al-Muhtadi yang berkolaborasi dengan beberapa personil Jedor legendaris sekitar,” ungkap Syauqi kepada wartawan.

Syauqi menuturkan, pada dua tahun sebelumnya, Haul hanya digelar secara sederhana dan terbatas karena pandemi Covid-19 masih merajalela. Kini, seiring dengan melandainya pandemi, imbuh Syauqi, kegiatan haul sengaja digelar dengan banyak rangkaian.

Selain untuk melestarikan kebudayaan setempat, kata Syauqi, sudah selayaknya Haul dimaknai dengan spirit untuk menumbuhkan jiwa-jiwa ulama yang menjadi tuntunan dan teladan bagi masyarakat.

“Kami berharap, ke depan kegiatan seperti ini bisa kembali terlaksana di tahun berikutnya sebagai bentuk penghormatan kepada guru kami KH. Ahmad Muhtadi,” harapnya.

Sementara itu, Kiai Taufiq Abdul Jalil dalam pengajian akbarnya menyampaikan tentang sekilas riwayat dan perjuangan yang telah dijalani oleh KH. Ahmad Muhtadi. Ia menyebut, jika KH. Ahmad Muhtadi merupakan tokoh kharismatik yang berdakwah dan menyebarkan syiar Islam di Kecamatan Paciran Lamongan.

“K.H. Ahmad Muhtadi adalah anak ke-6 dari KH. Musthofa Kranji, Pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji). Beliau dilahirkan tahun 1908. Kiai Muhtadi adalah murid langsung dari KH. Hasyim Asy’ari, yang nyantrinya semasa dengan Abah saya (Kiai Jalil) sekitar tahun 1933,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan dari Pondok Pesantren Seblak Jombang H. Nur Hidayat juga menyampaikan, dahulu Kiai Muhtadi juga pernah menimba ilmu di Seblak dan terkenal sebagai ahlinya Ilmu Falaq.

“Kiai Muhtadi dulu juga pernah mondok di Seblak dan terkenal sebagai ahli Falaq. Beliau adalah sosok yang sangat kharismatik. Beliau dikenal sebagai penyebar ilmu agama dan ilmu pengetahuan yang mahir di masanya, khususnya di wilayah Lamongan,” tandasya.

Sekadar diketahui, acara Haul berjalan cukup hikmat dan lancar. Ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara pun tampak berantusias mengikuti seluruh rangkaian acara mulai awal hingga akhir.

Bagi masyarakat Paciran, sosok Kiai Muhtadi dan perjuangan yang dilakukannya begitu melekat di hati. Sehingga setiap kali Peringatan Haul Kiai Muhtadi digelar, banyak jemaah yang terdiri dari warga umum dan santri dari penjuru daerah berbondong-bondong mengikuti haul tersebut.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar