Ringkasan Berita:
- Sebanyak 557 jemaah haji Ponorogo dari Kloter SUB 19 dan SUB 20 tiba di kampung halaman pada Sabtu dini hari.
- Dua jemaah lansia langsung dirujuk ke RSUD dr Harjono Ponorogo karena kondisi kesehatan menurun.
- Sebanyak 16 jemaah di Kloter SUB 19 menggunakan kursi roda akibat faktor usia dan kelelahan.
- Masih ada delapan jemaah asal Ponorogo yang dijadwalkan pulang bersama kloter lain.
Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan jemaah haji asal Ponorogo akhirnya kembali ke kampung halaman setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan mereka disambut keluarga dan panitia pada Sabtu (6/6/2026) dini hari. Namun, di tengah suasana haru kepulangan tersebut, dua jemaah lanjut usia (lansia) harus langsung mendapatkan penanganan medis dan dirujuk ke RSUD dr Harjono Ponorogo.
Sebanyak 557 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter SUB 19 dan SUB 20 tiba di Ponorogo sekitar pukul 02.20 WIB. Sebagian besar jemaah dalam kondisi baik, meski sejumlah lansia dan kelompok berisiko tinggi (risti) tampak mengalami kelelahan setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi hingga kembali ke daerah asal.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Ponorogo, Marjuni, mengatakan proses pemulangan berjalan lancar. Namun, petugas kesehatan harus memberikan perhatian khusus kepada beberapa jemaah yang kondisinya menurun saat perjalanan pulang.
“Sampai Ponorogo Sabtu dini hari pukul 02.20 WIB. Total yang tiba ada 557 jemaah dari SUB 19 dan SUB 20,” kata Marjuni.
Menurutnya, dua jemaah lansia tidak ikut menuju lokasi penyambutan di Alun-alun Ponorogo karena harus segera mendapatkan perawatan medis. Keduanya mengalami keluhan kesehatan sejak perjalanan dari Bandara Juanda menuju Asrama Haji Surabaya hingga proses pemulangan ke Ponorogo.
Jemaah pertama adalah Mesinah (78), warga Desa Polorejo. Dia mengeluhkan sakit perut dan kondisi tubuh yang sangat lemas. Sementara jemaah kedua adalah Karno, warga Sukorejo, berusia 91 tahun, yang mengalami batuk berat disertai sesak napas dan kelelahan.
“Ada dua jemaah yang langsung dirujuk ke RSUD dr. Harjono. Sejak pendorongan dari bandara ke asrama mereka sudah lemas. Informasinya yang satu sakit perut dan lemas, sedangkan yang satu lagi batuk cukup berat, sesak dan lemas,” jelasnya.
Marjuni menuturkan, kondisi kedua jemaah tersebut membuat petugas kesehatan mengambil langkah cepat. Keduanya tidak mengikuti rombongan menuju titik penyambutan dan langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pihak panitia juga telah berkoordinasi dengan keluarga masing-masing jemaah. Keluarga diminta tidak menunggu di lokasi penyambutan, melainkan langsung menuju rumah sakit agar bisa mendampingi anggota keluarganya yang sedang dirawat.
“Keluarga sudah kami sampaikan agar tidak menunggu di alun-alun. Mereka langsung menuju RSUD karena kedua jemaah tersebut memang harus mendapatkan penanganan lebih dulu,” ungkap Marjuni.
Selain dua jemaah yang dirujuk, sejumlah jemaah lain juga sempat mendapatkan pemeriksaan kesehatan setibanya di Indonesia. Bahkan pada Kloter SUB 19 terdapat sekitar 16 jemaah yang menggunakan kursi roda karena faktor usia dan kondisi fisik yang menurun setelah perjalanan panjang.
“SUB 19 banyak yang menggunakan kursi roda, sekitar 16 orang. Banyak juga yang lemas sehingga langsung masuk klinik. Ada yang tidak memungkinkan naik kendaraan biasa. Sehingga kami siapkan ambulans dari Dinas Kesehatan,” terang Marjuni.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah asal Ponorogo belum sepenuhnya selesai. Masih ada delapan jemaah yang berada di kloter berbeda. Mereka sebelumnya berstatus cadangan dan baru mendapatkan kesempatan berangkat setelah pelunasan.
Marjuni menjelaskan satu jemaah yang tergabung dalam SUB 22 dijadwalkan pulang bersama rombongan Kabupaten Ngawi. Sedangkan satu jemaah lainnya yang berada di SUB 24 mengikuti kepulangan Kabupaten Madiun. Adapun dua jemaah asal Ponorogo yang berada di SUB 25 dijadwalkan tiba pada Minggu dini hari.
“Delapan jemaah ini kemarin berangkat sebagai cadangan yang kemudian naik setelah pelunasan. Kami sudah mengondisikan seluruh proses kepulangan mereka agar tetap terlayani dengan baik,” katanya.
Usai proses penjemputan, panitia juga menyiapkan pembagian koper bagasi dan air zam-zam kepada para jemaah. Pembagian dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Tahun ini, air zam-zam diserahkan bersamaan dengan pengambilan koper bagasi.
“Pagi tadi ada pembagian koper dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB. Air zam-zam juga diterimakan bersamaan dengan koper bagasi. Semoga seluruh jemaah pulang menjadi haji yang mabrur,” pungkas Marjuni. [end/beq]






