Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 1.000 orang warga asal beberapa desa di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggelar shalat minta hujan atau shalat istisqo di lahan parkir Kebun Refugia di Kelurahan/Kecamatan Plaosan, Magetan, Jumat (20/10/2023) pagi.
Mereka mengharap hujan segera turun, khususnya di kawasan Gunung Lawu di wilayah Magetan yang saat ini tengah terbakar. Mereka mengharap hujan deras segera mengguyur lokasi karhutla agar api bisa segera padam. Pun, enam bulan terakhir, hujan sudah tak turun di wilayah Magetan.
Imam shalat istisqo itu adalah KH. Lukmanul Hidayat, Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Muftadiin, Desa Plumpung, Plaosan. Shalat tersebut berlangsung khusuk dan khidmat. Pelaksanaan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB itu selesai pukul 08.00 WIB.
Untuk diketahui, tata sholat Istisqo sendiru berbeda dengan sholat wajib. Dimulai dengan sholat sunah dua rakaat, kemudian takbir seperti sholat Idul Fitri, Idul Adha.
Rekaat pertama takbir sebanyak 7 kali dan rekaat kedua takbir 7 kali. Sholat istisqo pun harus dibarengi dengan niat meminta ampunan kepada Allah serta meminta segera diberikan hujan.
Usai sholat, Kyai Dayat sapaan lekat KH. Lukmanul Hidayat menyebut jika digelarnya sholat tersebut adalah upaya dan ikhtiar warga untuk meminta segera diturunkan hujan.
“Jika tidak salah sudah 6 bulan kemarau ini berlangsung ya, dan hujan tidak turun sama sekali. Masyarakat resah, udara pegunungan yang biasanya dingin jadi panas akibat kebakaran di Gunung Lawu,” kata Kyai Dayat.
Baca Juga: Damkar Magetan Dikerahkan untuk Siaga Karhutla di Cemoro Sewu
Selain kemarau berdampak pada suhu udara panas, menurut Kyai Dayat juga berdampak kepada para petani. Banyak tanaman pertanian yang rusak akibat kekurangan air.
“Makanya warga antusias datang untuk ikut bersama sama sholat Istisqo. Mudah mudahan hujan segera turun, suhu udara kembali normal, bisa segera kembali tanam. Terpenting kebakaran di gunung Lawu yang sudah berlangsung selama 3 Minggu ini padam. Dengan Istisqo semoga hujan disegerakan turun,” pintanya.
Terpisah, Permadi Bagus Darmawan, Kabag Kesra Setdakab Magetan jika sholat Istisqo ini adalah ikhtiar batin meminta kepad Tuhan Yanga Maha Esa untuk disegerakan turun hujan.
“Usaha secara fisik sudah dilakukan masyarakat, oleh relawan, TNI Polri dan BPBD Magatan dalam kebakaran hutan di Gunung Lawu namun tidak kunjung padam. Mudahan dengan meminta diturunkan hujan kebakaran bisa padam,” terangnya. (ted)






