Surabaya (beritajatim.com) – Setiap tanggal 18 Juli, dunia memperingati Hari Nelson Mandela Internasional untuk menghormati ulang tahun tokoh yang telah mengubah sejarah abad ke-20 melalui perjuangannya yang tak kenal lelah untuk perdamaian, kebebasan, dan kesetaraan. Hari ini bukan sekadar mengenang pencapaian Mandela, tetapi juga menjadi panggilan bagi semua orang untuk terinspirasi dalam mengubah dan memperbaiki dunia.
Nelson Mandela mendedikasikan hidupnya untuk melayani kemanusiaan sebagai pengacara hak asasi manusia, tahanan hati nurani, pembawa perdamaian internasional, dan presiden pertama Afrika Selatan yang terpilih secara demokratis.
Untuk menghormati kontribusi besar Mandela dalam mempromosikan perdamaian dan kebebasan, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan tanggal 18 Juli sebagai Hari Nelson Mandela Internasional pada tahun 2009. Ini menjadi pengingat bahwa satu orang dapat membuat dampak besar di dunia.
Sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan dan penentang keras diskriminasi, Mandela berkomitmen terhadap demokrasi, kesetaraan, dan pendidikan. Inilah yang mendasari perayaan hari ini, yakni memerangi kemiskinan, mempromosikan perdamaian, dan merangkul keragaman budaya.
Hari Nelson Mandela Internasional sendiri bukan hanya momen refleksi, tetapi juga momen untuk bertindak. Kita diundang untuk mendedikasikan 67 menit dari waktu kita – satu menit untuk setiap tahun pengabdian publik Mandela – untuk membantu orang lain. Inisiatif ini mendorong kita untuk mengambil langkah kecil yang dapat membawa perubahan besar, sejalan dengan semangat pengabdian Mandela sepanjang hidupnya.
Sejarah Hari Internasional Nelson Mandela
Meski tak banyak masyarakat Indonesia yang mengikuti Hari Internasional Nelson Mandela ini, namun tak ada salahnya untuk menambah wawasan dengan mengetahui sejarah dan maksud dari perayaan ini.
Pada November 2009, Majelis Umum PBB secara resmi mendeklarasikan 18 Juli sebagai “Hari Internasional Nelson Mandela” melalui Resolusi A/RES/64/13. Resolusi ini mengakui nilai-nilai Mandela dan dedikasinya terhadap pelayanan kemanusiaan, termasuk dalam resolusi konflik, hubungan ras, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, rekonsiliasi, kesetaraan gender, serta hak-hak anak dan kelompok rentan lainnya.
Perayaan resmi pertama Hari Mandela berlangsung pada tahun 2010, ditandai dengan berbagai acara pendidikan, seni, dan kegiatan sukarelawan yang bertujuan untuk mengubah dunia melalui tindakan-tindakan kebaikan.
Hari ini tak hanya memberi hormat kepada sosok pahlawan seperti Mandela, tapi juga panggilan bagi semua orang untuk memberikan bantuan, membuat perbedaan, dan melanjutkan warisan Mandela untuk menciptakan dunia yang lebih ramah dan setara.
Setiap tahun, tema Hari Mandela terus mengingatkan kita tentang pentingnya memerangi kemiskinan, mempromosikan pendidikan, kesetaraan gender, dan keindahan demokrasi. Ini adalah pengingat tahunan bahwa kita semua memiliki kekuatan untuk membuat perubahan, baik besar maupun kecil.
Hal ini pun bisa kita implementasikan pada diri sendiri dan di Tanah Air, mengingat Indonesia sendiri memiliki memiliki beragam suku, ras, budaya, bahkan bahasa. Merayakan Hari Mandela bukan hanya tentang mengenang seorang pemimpin besar, ini tentang mewujudkan nilai-nilainya dan membuat dunia lebih cerah, seperti yang dia lakukan. [mnd/aje]






