Surabaya (beritajatim.com) – Tentu saja, kita sudah tidak asing dengan kata panic attack. Pengertian dari panic attack adalah suatu perasaan takut dan cemas yang terjadi secara berlebihan. Keadaan ini seringkali terjadi saat seseorang merasa cemas mengenai sesuatu hal dalam hidupnya atau mereka pernah mengalami masa sulit hingga stres.
Panic attack dapat berbahaya dan menakutkan, jika terjadi pada anak-anak. Namun, tenang saja hal ini masih dapat diatasi dan mendapatkan penanganan yang baik. Kita perlu memahami bahwa panic attack tidak akan menimbulkan luka secara fisik. Meskipun menyerang psikis tapi ini mudah berlalu. Walaupun, kemungkinan ada masa panic attack seolah tidak akan berakhir.
Panic attack memang tidak menyebabkan luka fisik. Namun, ketika mengalami hal ini, ada gejala fisik lainnya yang terjadi seperti napas tersengal-sengal, dan jantung berdegup kencang. Jika terjadi pada anak-anak, besar kemungkinan mereka merasakan teror, seakan suatu peristiwa buruk terjadi. Keadaan ini dapat muncul walaupun sebenarnya mereka tidak benar-benar dalam bahaya.
Secara umum, memang belum jelas penyebab dari panic attack pada anak-anak atau orang dewasa. Hanya saja, kadangkala pemicu dari panic attack adalah rasa cemas mengenai sesuatu atau saat sedang mengalami situasi sulit dan stres, seperti cemas dengan pengalaman tidak menyenangkan di rumah atau sekolah, stres dan takut karena ujian sekolah, masalah pertemanan atau orang terdekat lainnya, kehilangan orang tersayang karena kematian, pengalaman buruk bahkan kekerasan.
Tanpa kita sadari, ternyata pola tidur dan makan yang sehat memberikan pengaruh positif terhadap perasaan cemas. Seringkali orang yang cemas akan merasa sangat letih secara terus menerus. Pada anak-anak usia 6 hingga 12 tahun disarankan untuk tidur dengan durasi sembilan hingga 12 jam. Sedangkan pada remaja disarankan untuk tidur dengan durasi delapan hingga 10 jam. Supaya tidur mereka berkualitas, orang tua lebih baik membatasi akses ponsel pada malam hari. Selain itu, usahakan untuk tidak meletakkan ponsel di kamar.
Seringkali panic attack mulai terjadi ketika masa remaja. Walaupun tidak menutup kemungkinan, sudah pernah mereka alami ketika masa kanak-kanak. Panic attack menyebabkan kecemasan berlebihan yang berdampak pada suasana hati dan perilaku anak sehari-hari.
Maka dari itu, sebagian anak mulai menghindari situasi yang membuat mereka khawatir dan pemicu panic attack. Biasanya, kebanyakan remaja akan beralih ke alkohol dan narkoba untuk mengurangi kecemasannya. Bahaya dari panic attack yang tidak dideteksi dan diatasi menyebabkan konsekuensi jangka panjang, seperti depresi dan kecenderungan bunuh diri. Maka dari itu, jika dapat dideteksi sejak dini lebih baik lakukan perawatan secepatnya. (PRD/ian)






