Jember (beritajatim.com) – Vera Kurniawati, pengemudi ojek online (ojol) perempuan, berunjuk rasa sembari menggendong anaknya yang masih berusia dua tahun, saat berunjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025) malam.
Vera hadir bersama ratusan pengemudi ojol yang memprotes tindakan aparat kepolisian yang menyebabkan Affan Kurniawan, pengemudi ojol di Jakarta, meninggal dilindas mobil kendaraan taktis Brigade Mobil,m Kamis (28/8/2025).
Perempuan berusia 25 tahun itu menggendong putrinya di bagian depan tubuhnya. Ia ikut berteriak penuh semangat mengikuti komando koordinator aksi.
“Kami di sini untuk melakukan aksi solidaritas dan mengirim doa untuk almarhum di Jakarta. Semoga kejadian seperti itu tidak terjadi lagi terhadap seluruh ojol di Indonesia,” kata perempuan yang berstatus orang tua tunggal ini.
Vera menuntut polisi yang menyebabkan Affan Kurniawan meninggal dihukum seberat-beratnya sesuai hukum berlaku.
Vera baru bekerja selama lima bulan sebagai pengemudi ojol untuk menghidupi keluarganya. “Saya masih baru. Sebelumnya saya bekerja sebagai ibu rumah tangga biasa,” katanya.
Memilih menjadi pengemudi ojol bukan tanpa alasan. “Di ojol tidak ada tekanan waktu. Jadi bebas, mau bekerja kapan saja bebas,” kata Vera.
Setiap hari Vera bekerja sembari menggendong sang anak. “Tidak ada yang menjaga. Di rumah cuma ada neneknya,” katanya.
Vera berharap kehidupan pengemudi ojol semakin baik. “Semoga aparat atasan bisa adil kepada rakyat kecil dan tidak menindas,” kata warga Kecamatan Sukorambi ini. [wir]






