Jember (beritajatim.com) – Penerbangan komersial dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, menuju Denpasar, Bali, dan sebaliknya yang diawali pada 5 Desember 2025 bukan sekadar tambahan opsi moda transportasi, setelah jalur darat dan kereta api.
Pesawat maskapai Wings Air terbang tiga kali sepekan Denpasar-Jember-Denpasar, setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Kehadirannya melengkapi Maskapai Fly Jaya yang terbang dari dan menuju Jakarta setiap Selasa dan Kamis.
“Penerbangan ini juga menjadi simbol kemajuan daerah dan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi serta pariwisata. Dengan adanya penerbangan ini, Jember semakin terhubung dengan pusat pariwisata internasional Bali,” kata Budi Wicaksono, juru bicara Fraksi Partai Nasional Demokrat DPRD Jember, ditulis Selasa (9/12/2025).
Budi berharap penerbangan menuju dan dari Bali ini menjadi titik awal peningkatan daya saing daerah. Selain itu ini diharapkan memperkuat identitas Jember sebagai kota kreatif, sekaligus mempererat hubungan antar masyarakat di dua wilayah,” katanya.
Budi memuji penerbangan Jember – Bali sebagai langkah maju yang membawa harapan baru: lebih dekat, lebih cepat, lebih berkembang. “Masyarakat Jember dan sekitarnya akan merasakan kemudahan baru dalam mobilitas dengan dibukanya penerbangan langsung Jember – Bali,” katanya.
Intan Permatasari, juru bicara Fraksi Partai Persatuan Pembangunan, menyebut pembukaan rute penerbangan langkah strategis. “Kebijakan pembukaan kedua rute penerbangan ini diharapkan dapat menjadi katalisator untuk mendongkrak sektor pariwisata dengan membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan,” katanya.
Selain itu, lanjut Intan, konektivitas yang meningkat ini juga diproyeksikan memberikan dampak beragam yang signifikan terhadap percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat di Jember dan sekitarnya.
Sementara itu, Edo Rahmanta Ersu Putra, juru bicara Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, mendukung aktivasi Bandara Notohadinegoro dan pembukaan rute Jember-Denpasar. “Ini adalah langkah terobosan yang tidak mudah, karena ini bagian dari membuka akses Jember terhadap daerah lain tertama daerah wisata,” katanya. [wir]






