Malang (beritajatim.com) – Peserta dari 8 negara berbeda yaitu, Malaysia, Brunei Darussalam, Uzbekistan, Thailand, Jepang, Philipina, Sudan, dan Libya mengikuti serangkaian kegiatan internasional inbound mobility. Acara ini diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) Malang sejak 22 hingga 31 Mei 2023.
Sebelumnya FEB Unisma telah menerima rombongan dosen dan mahasiswa Universiti Teknologi Mara Malaysia (UiTM), di ruang multimedia. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang, Nur Diana, S.E., M.Si., menyampaikan, acara ini sebagai upaya untuk saling mempererat hubungan antar universitas dan memberikan wawasan global bidang entrepreneurship, bisnis, dan culture.
“Kami senang menerima tim dosen dan mahasiswa dari Universiti Teknologi Mara Malaysia dan bergabung dengan mahasiswa asing lainnya di fakultas kami untuk menjalankan berbagai program akademik seperti international conference economics business and social sciences yang diikuti peserta dari 8 negara,” kata Dekan, Rabu (24/5/2023).
BACA JUGA:
Di Unisma, Gus Salam Ingatkan Pentingnya Menjaga Ibadah di Bulan Syawal
Kemudian, acara lain yang bakal diikuti 8 negara, yaitu visiting scholar, international community service, culture tour, sociopreneur, visiting industry, pengembangan kurikulum, join student activity program, dan performance culture. Dekan berharap rangkaian kegiatan tersebut dapat meningkatkan wawasan global para mahasiswa dan dosen FEB Unisma dengan perguruan tinggi mitra.
“Semoga acara ini dapat mewujudkan visi dan misi internasional menuju World Class University. FEB Unisma yang merupakan kampus besar, kampus yang masuk 100 besar Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia,” tegasnya.
International inbound mobility program diawali dengan international conference on economics business social science. Acara tersebut dibuka oleh Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri M.Si. Rektor memberi apresiasi kepada FEB yang konsisten dalam menjalankan visi dan misi World Class.

“Apresiasi tinggi kepada Dekan yang hampir setiap kegiatan dosen dan mahasiswa selalu berlevel internasional. Hal ini juga didukung upaya untuk mendapatkan recognize internasional setelah bulan yang lalu mendapatkan akreditasi Unggul dari LAMEMBA sebagai prodi yang berdaya saing internasional,” ujarnya.
Menurut Prof Maskuri, akreditas bisa terwujud karena banyaknya program dijalankan selalu bernuansa internasional. Kegiatan ini sebagai bukti dunia internasional semakin memberikan kepercayaan karena tidak hanya melibatkan UiTM Malaysia tetapi juga melibatkan perguruan tinggi luar negeri mitra sampai 8 negara.
Sebagai informasi, agenda ini melibatkan co host dari negara lain, yaitu UiTM Malaysia, TSUOS Uzbekistan, TAU Philipina, Nanzan Jepang dan PSU Thailand. Puncak kegiatan pada 31 Mei mendatang diadakan gala dinner dan performance culture untuk semua peserta. [dan/suf]






