Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024 di halaman depan kampus, dihadiri oleh civitas akademika. Acara ini sekaligus menandai pembukaan rangkaian kegiatan Dies Natalis Unisma yang ke-44.
Mengusung tema “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan,” peringatan ini berfokus pada semangat juang para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Rektor Unisma, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya mengajak seluruh peserta apel untuk merenungi makna penting dari Hari Santri Nasional.
“Penetapan Hari Santri Nasional berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 oleh PBNU. Resolusi ini bertujuan menghadapi ancaman kembalinya pasukan Belanda dengan memobilisasi ulama dan santri dari berbagai daerah untuk bersatu mempertahankan kemerdekaan. Ini memicu terjadinya peristiwa heroik 10 November di Surabaya,” ungkap Prof. Junaidi.
Prof. Junaidi menekankan bahwa nilai-nilai dalam Resolusi Jihad harus terus dipegang oleh generasi sekarang. “Nilai patriotisme, persatuan, dan pengorbanan harus dipegang teguh, termasuk oleh civitas akademika Unisma,” ungkap dia.
“Kita belajar dari para pendahulu yang berjuang dengan keikhlasan, kejujuran, dan kedisiplinan tanpa pamrih, bahkan mengorbankan harta dan nyawa demi kemerdekaan Indonesia. Semangat itulah yang harus kita terapkan dalam pengabdian sehari-hari, dengan jiwa keikhlasan dan disiplin,” lanjut Prof. Junaidi.
Apel ini merupakan bagian dari serangkaian kegiatan, termasuk seminar kebangsaan yang menghadirkan Dr. Mahrus dari Kementerian Agama dan Prof. Maskuri sebagai narasumber. Sebelumnya, pada 19 Oktober, diadakan istighosah menjelang HSN 2024.
Rangkaian peringatan HSN diharapkan dapat memperkuat pemahaman para peserta mengenai pentingnya nilai juang, persatuan, dan pengabdian dalam mencapai masa depan yang lebih baik, baik bagi bangsa maupun lembaga pendidikan.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober ini, Unisma mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga semangat perjuangan. Hal ini terutama penting dalam membangun masa depan yang lebih baik berdasarkan nilai-nilai Islam dan kebangsaan. [dan/beq]






