Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Cerita Peternak Lamongan yang Puluhan Sapinya Terjangkit PMK

H. Supar, peternak sapi dari Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan yang sapinya terjangkit wabah PMK.

Lamongan (beritajatim.com) – Wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) yang menyerang hewan ternak melanda 4 kabupaten di Jawa Timur.

Tercatat, dari 4 kabupaten ini sudah sekitar 1600-an ternak yang terjangkit PMK, dan 19 di antaranya dikabarkan mati.

H. Supar, salah satu peternak sapi dari Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan yang sapinya terjangkit wabah PMK ini menceritakan bahwa penularan penyakit ini berawal dari seekor sapi yang ia beli di pasar hewan.

Setelah itu, Supar menyampaikan, penyakit PMK ini dengan cepat menjangkiti puluhan ekor sapi lain yang ada di kandangnya. Dengan kondisi ini, Supar menyebut, kini ia harus kerja ekstra dalam merawat sapi-sapi ternaknya.

“Awalnya itu sekitar 2 (dua) minggu yang lalu, usai saya membeli sapi di Pasar Hewan,” ujar H. Supar menceritakan tentang awal mula sapinya yang terjangkit PMK kepada wartawan, Senin (9/5/2022).

H. Supar, peternak sapi dari Desa Soko, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan yang sapinya terjangkit wabah PMK.

Mengenai gejala awal penyakit PMK yang menjangkiti ternaknya, Supar menyebut, gejala ini seperti pincang, keluar lendir berlebihan dari mulut disertai busa, lalu luka-luka menyerupai sariawan pada rongga mulut dan lidah, luka pada kaki dan disusul kuku mengelupas, serta ternak tidak mau makan.

“Saat itu mulanya hanya seekor sapi saja yang diduga terjangkiti PMK, kemudian bertambah 3 ekor sapi, bertambah lagi 5 ekor, lalu 10 ekor, hingga menjadi banyak sampai 35 ekor,” imbuh pria yang memiliki 53 ekor sapi di kandangnya tersebut.

Selain sapinya yang terjangkit PMK ini mengalami penurunan nafsu makan, Supar menjelaskan, sapi-sapi tersebut juga sulit berdiri, sering gemetar, nafasnya cepat, dan berat badan sapi berangsur menurun.

Oleh sebab itu, Supar berharap agar pengobatan melalui jarum suntik yang dilakukan oleh Tim Kesehatan Hewan Kabupaten dan Provinsi ini bisa membuahkan hasil dan semua ternaknya kembali sehat.

“Semoga saja setelah penyuntikan ini sapi-sapi menjadi sehat kembali dan wabah penyakit PMK ini bisa cepat hilang,” harapnya.[riq/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar