Lamongan (beritajatim.com) – Hingga kini, pencarian terhadap korban tenggelamnya kapal nelayan KMN Sumber Berkah di Kepulauan Masalembu Sumenep masih terus dilakukan oleh petugas Ditpolairud Jatim bersama Basarnas.
Dalam insiden tersebut, diketahui ada 11 orang nelayan yang menumpang di KMN Berkah Jaya asal Lamongan tersebut. Dari 11 orang itu, 8 di antaranya masih dinyatakan hilang hingga saat ini, sementara 3 orang lainnya berhasil ditemukan dan selamat.
“Iya 3 korbannya berhasil selamat dalam insiden itu setelah terapung selama 4 hari 3 malam. Sedangkan yang 8 korban lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini,” ujar Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Erni Sugi Hastuti saat dikonfirmasi, Sabtu (21/8/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”kapal-tenggelam”]
Lebih lanjut, 3 korban yang selamat itu, AKP Erni menjelaskan, sempat dirawat di PKU Muhammadiyah Blimbing Paciran karena membutuhkan penanganan medis. Adapun 3 korban selamat itu adalah Suwaras (49) warga Blimbing, Uliyan Andafi (27) atau Yayan warga Blimbing, dan pria yang akrab dipanggil Aji, warga Bojonegoro.
“Suwaras masih dirawat, sedangkan dua lainnya yang selamat sudah dibawa pulang ke rumahnya masing-masing meski masih mengalami trauma,” sambung AKP Erni.
Sementara itu, AKP Erni membeberkan identitas terbaru 8 orang yang dinyatakan hilang dan masih pencarian hingga kini dalam insiden tenggelamnya kapal akibat kebocoran di bagian buritannya. Tentu kejadian ini menyisakan duka yang mendalam bagi keluarganya masing-masing.
Berdasarkan data update yang dihimpun dari Polairud Res Lamongan, 8 orang yang hilang tersebut di antaranya Bahrul Ama (40) warga Kranji, Waras (38) warga Blimbing, Nur Muhaimin (42) warga Sumberrejo, Bojonegoro, yang tinggal di Blimbing Pacira, M Anshori (34) warga Brondong, Budi Maryono (56) warga Brondong, Imam Mardianto (30) warga Blimbing, Wardono (42) warga Sedayu Lawas, M Wahidin (38) warga Ngesong Sedayu Lawas. [kun]






