Surabaya (beritajatim.com) – Pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2023 akan segera ditutup hari ini, Senin (9/10/2023).
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan bahwa pendaftaran PPPK dan CPNS akan berakhir pada pukul 23.59 WIB.
“Pendaftaran #SeleksiCASN2023 segera ditutup #SobatBKN. Disarankan agar tidak mengakhiri pendaftaran pada menit-menit terakhir ya,” pesan BKN dalam Instagram @bkngoidofficial.
Menurut statistik BKN hingga Jumat (6/10/2023), CPNS menjadi pilihan yang banyak diminati dengan 960.038 pendaftar. Di samping itu, terdapat 396.221 pendaftar untuk PPPK Guru, 344.528 untuk PPPK Nakes, dan 620.447 untuk PPPK Teknis. Namun, perlu diingat bahwa masih banyak pendaftar yang belum menyelesaikan proses submit.
Dalam kategori formasi CPNS, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mendominasi dengan 86.204 pendaftar, diikuti oleh Setjen Komisi Pemberantasan Korupsi (74.547 pendaftar), Kejaksaan Agung (72.784 pendaftar), Mahkamah Agung (39.034 pendaftar), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (16.203 pendaftar).
BACA JUGA: Jangan Salah PIlih, Ini Perbedaan PPPK Umum dan Khusus dalam Seleksi CASN
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memiliki minat yang lebih rendah, dengan 5 pendaftar, sedangkan Kementerian Dalam Negeri memiliki 43 pendaftar, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional memiliki 112 pendaftar.
Untuk PPPK Guru, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi favorit dengan 10.055 pendaftar, diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Bima (6.267 pendaftar) dan Pemprov Jawa Barat (5.616 pendaftar). Kabupaten Tapanuli Utara merupakan instansi dengan jumlah pelamar paling sedikit, yaitu 0 pelamar.
Dalam formasi PPPK Teknis, Kementerian Agama menjadi instansi yang paling diminati dengan 17.024 pelamar, diikuti oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (3.367 pelamar), serta Pemprov Jatim (2.765 pelamar).
Di lain pihak, tiga instansi yang tidak memiliki pelamar untuk formasi PPPK Teknis adalah Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
PPPK Nakes di Kementerian Kesehatan mendapatkan peminat paling besar dengan 1.375 pendaftar, disusul oleh Pemprov Jawa Timur (1.365 pendaftar) dan Pemerintah Kabupaten Bireuen (1.327 pendaftar).
Adapun instansi yang belum ada pelamarnya untuk PPPK Nakes yaitu Kementerian BUMN dan Pemkab Tapanuli Utara. (nap)






