Mojokerto (beritajatim.com) – Pencarian Ari Budi Yuwono (53) yang tenggelam di Sungai Banyak, Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, belum membuahkan hasil meski sudah dilakukan selama seminggu. Tim Operasi Search dan Rescue (SAR) akhirnya menghentikan pencarian itu.
Sebagai bentuk penghormatan untuk warga Panderman Raya RT 01 RW 07, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto tersebut, Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro bersama jajaran dan keluarga korban melakukan salat gaib, doa bersama dan tabur bunga. Salat gaib, doa bersama dan tabur bunga dilakukan di Dermaga Taman Bahari Tlocor, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo.
“Sampai hari ini, kita masih ikhtiar untuk mencari tapi sesuai dengan SOP ini sudah 7 hari dan kita mohon maaf, kita sudah melakukan upaya yang terbaik, dan mungkin ini jalan terbaik. Saya meyakini bahwa almarhum dan almarhumah meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Saya menyaksikan saat takziyah di rumah duka betapa banyak yang datang memberikan doa,” ungkapnya, Jumat (16/2/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Mas Pj, sapaan akrab Moh Ali Kuncoro, menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya orangtua dari Dito dan Rara. Kepada keluarga korban, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto tersebut juga berpesan agar tetap bersabar, kuat dan terus lanjutkan perjuangan orangtua.
“Jangan pernah patah arang karena setiap orang itu punya perjalanan hidup masing-masing. Yakinlah ini memang sesuatu yang menjadi takdir Ilahi dan ini pasti akan ada manfaatnya ke depan bagi Mbak Rara dan Mas Dito,” pesannya.
Meskipun pencarian telah dinyatakan berakhir setelah tujuh hari pencarian sesuai SOP, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Yoi Afrida Soesetyo Djati menyampaikan, pencarian masih dapat dilakukan lagi apabila ada laporan terkait keberadaan korban.
“Setelah 7 hari apabila belum diketemukan maka pencarian diberhentikan terlebih dahulu. Tapi tetap kita monitor pergerakan yang ada di lapangan, kita juga sudah komunikasi dengan teman-teman relawan, pemangku wilayah baik dari kecamatan, Koramil maupun Polsek yang dilalui sungai ini. Apabila ada informasi langsung kita lakukan upaya OPS SAR lagi,” pungkasnya.
Selain menurunkan tim untuk pencarian, Pemkot Mojokerto juga telah memberikan santunan dan melakukan pendampingan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban selama masa pencarian berlangsung.
Sebelumnya, pasangan suami-istri (pasutri) asal Kota Mojokerto dikabarkan hanyut terbawa arus sungai saat berendam di Sungai Banyak Dusun Watutumang RT 1 RW 1, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto pada, Sabtu (10/2/2024). Korban diketahui atas nama Ari Budi Yuwono (53) dan Ririn Martiningsih (53).
Keduanya merupakan warga Panderman Raya RT 01 RW 07, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Tubuh Ririn Martiningsih (53) ditemukan di sungai Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto di hari yang sama saat korban dinyatakan hilang. Namun sang suami belum ditemukan. [tin/suf]






