Ponorogo (beritajatim.com)– Memperingati Hari Air Dunia (HAD) 2025, Yayasan Menabung Air bekerja sama dengan sejumlah wartawan melakukan aksi lingkungan dengan menanam 100 biopori di Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Pers Nasional. Acara ini dihadiri sekitar 200 peserta, termasuk relawan, aktivis lingkungan, awak media, komunitas, serta warga sekitar.
Sebanyak 40 relawan dari Maesa Group turut serta dalam aksi ini sebagai mitra Yayasan Menabung Air. Selain penanaman biopori, panitia juga menyelenggarakan kegiatan lain, seperti penanaman 300 pohon oleh AWDI, pembagian sembako, santunan bagi anak yatim, serta sosialisasi tentang konservasi air kepada masyarakat.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, memberikan apresiasi atas kegiatan ini dan mengajak masyarakat untuk terus melakukan aksi serupa.
“Hampir semua banjir terjadi karena air yang tidak terserap ke dalam tanah. Banjir harus kita kendalikan dengan cara menanam biopori supaya air meresap. Berikutnya yang harus diperhatikan adalah titik tanam biopori yang tepat, ukuran biopori lebih besar, dan penanaman yang lebih dalam,” ujar Sugiri dalam siaran persnya, Minggu (23/3/2025).
Biopori sendiri merupakan lubang silindris dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman sekitar 100 cm yang ditanam secara vertikal ke dalam tanah.
Fungsinya adalah meningkatkan daya serap air hujan, mengurangi genangan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
Andi Widodo, Humas & Kemitraan Yayasan Menabung Air, menyatakan bahwa pihaknya menargetkan penanaman 5.000 biopori di tahun ini pada lokasi-lokasi strategis yang rawan banjir dan kekeringan. “Upaya edukasi konservasi air juga terus kami lakukan melalui roadshow ke sekolah-sekolah dan komunitas. Program ini tidak hanya di Ponorogo, tetapi juga akan diperluas ke DKI Jakarta serta berbagai daerah lain di Indonesia. Harapannya, gerakan Menabung Air dapat menyentuh satu juta masyarakat Indonesia,” jelas Andi.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi air semakin meningkat dan mampu menjadi solusi dalam mengatasi masalah banjir serta krisis air di berbagai wilayah.






