Tuban (beritajatim.com) – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Kabupaten Tuban menggelar Pameran Bursa Kerja atau Tuban Job Fair dari 30-31 2024 yang bertempat di Hotel Mustika Tuban.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Dr. Ir. Budi Wiyana mengatakan bahwa Pemkab Tuban selalu berkomitmen melakukan peningkatan sumber daya manusia melalui pembangunan sektor ketenagakerjaan.
“Tujuannya, untuk memperluas lapangan pekerjaan, mendorong semangat berwirausaha, dan mengurangi pengangguran terbuka,” tutur Budi Wiyana.
Pria yang akrab disapa Budi ini juga menyampaikan, kolaborasi sangat penting dalam pembangunan serta berkontribusi untuk Kabupaten Tuban, sehingga mampu mendorong investasi, penyediaan lapangan kerja dan mendorong kesempatan berwirausaha secara mandiri maupun komunitas.
“Selain itu, Pemkab Tuban terus mendorong sektor pendidikan agar menciptakan lulusan yang siap kerja,” bebernya.
Oleh karenanya, Kurikulum pendidikan tidak hanya memuat materi pendidikan, namun juga disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan mendatang, sehingga siswa juga memiliki soft skill.
“Dengan adanya job fair ini mampu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kualitas ketenagakerjaan,” terang Budi
Ia berharap Disnakerind Tuban terus memonitoring dan evaluasi. Sehingga, hasil evaluasi nanti menjadi acuan penyelenggaraan Job Fair bisa lebih baik di masa mendatang.
“Untuk lowongan sendiri kita tidak membatasi, tetap kita mendorong perusahaan-perusahaan yang lain, mereka mengembangkannya dimana, kita berharap masyarakat Tuban yang belum mendapat pekerjaan bisa hadir,” kata Budi.
Sementara itu, Plt. Disnakerind Tuban Suwito menambahkan bahwa Job Fair pada tahun 2023 membuka lowongan pekerjaan sebanyak 2244, sedangkan untuk tahun 2024 sebanyak 3056.
“Artinya ini ada peningkatan dan lowongan itu banyak di wilayah lokal, yakni bukan luar negeri,” tutur Suwito.
Suwito juga menyampaikan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memprediksi yang paling banyak diminati yakni lowongan apa.
“Nantinya, kalau Job Fair ini sudah selesai, maka akan kita evaluasi dan mana yang paling diminati, serta target penerimaan berapa,” pungkasnya. [ayu/ted]






