Mojokerto (beritajatim.com) – Penjabat Sementara (PJs) Bupati Mojokerto Akhmad Jazuli monitoring ke lokasi pembangunan jembatan Talun Brak di Desa Talun Blandong, Kecamatan Dawarblandong. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,8 miliar untuk pembangunan jembatan Talun Brak
“Jembatan yang kemarin hanyut ini adalah ujian dari Allah dan insya Allah 2025 akan segera dibangun. Mohon doanya dari panjenengan semua agar pembangunan segera dilakukan,” ungkap orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini di Balai Desa Talun Blandong, Selasa (15/10/2024).
Pemkab Mojokerto telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,8 miliar untuk pembangunan jembatan Talun Brak yang akan menghubungkan Desa Talun Blandong dengan Kabupaten Gresik. PJs Bupati Mojokerto juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan mengawasi generasi muda di Desa Talun Blandong.
“Saya minta panjenengan untuk selalu menjaga kekompakan, anak-anak mudanya tolong diawasi jangan sampai kena narkoba maupun pergaulan bebas,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades), Talun Blandong, Anton Suprapto, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan para stakeholder yang telah mendukung proses pembangunan jembatan. “Terima kasih kepada stakeholder yang telah membantu, utamanya tokoh masyarakat, pak Camat, Pak Bupati, dan warga Desa Talun Blandong,” ujarnya.
Kades juga berharap pembangunan jembatan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Talun Blandong. Sehingga tingkat perekonomian warga masyarakat Desa Talun Blandong menghubungkan akses ke Gresik bisa berjalan dengan lancar dan sukses.
PJs Bupati Mojokerto, Akhmad Jazuli, bersama BPBD dan perangkat Desa Talun Blandong meninjau lokasi pembangunan jembatan untuk melihat langsung situasi dan kondisi jembatan Talun Brak. Turut hadir Kepala BPBD, Kapolsek, Koramil, Camat Dawarblandong, serta perangkat Desa Talun Blandong. [tin/ted]






