Nyon (beritajatim.com) – Real Madrid benar-benar tidak mendapatkan jadwal yang ramah di fase knockout Liga Champions. Setelah menyingkirkan Manchester City di playoff, mereka harus bertemu Atletico Madrid di 16 besar.
Ternyata, “penderitaan” Los Merengues berlanjut di perempat final, semifinal, dan final. Jika mampu melewati Atletico, sangat mungkin mereka bakal bertemu Arsenal di perempat final. The Gunners “hanya” menghadapi PSV di 16 besar.
Di semifinal, Paris Saint-Germain atau Liverpool FC bisa jadi lawan mereka. Sayangnya, PSG dan LFC sudah harus saling bunuh di 16 besar.
Perjuangan tim asuhan Carlo Ancelotti itu bakal mencapai klimaksnya pada laga final. Bahkan, bisa dibilang itu bakal jadi final idaman dalam sejarah Liga Champions jika terwujud. Yakni, El Clasico antara Real dan FC Barcelona.
Itu bisa terjadi lantaran Blaugrana ada di bagan yang berbeda dari Real untuk fase knockout. Tim asuhan Hans-Dieter Flick itu juga diyakini bisa menyingkirkan SL Benfica di 16 besar. Di perempat final mereka bakal melawan antara Borussia Dortmund dan Lille OSC yang secara kualitas tentu saja di bawah FCB. Tantangan sesungguhnya sebelum final ada di semifinal ketika ada Bayern Munchen dan Inter Milan yang berpotensi besar lolos hingga semifinal.
Final Liga Champions nantinya digeber 1 Juni. Hebatnya, El Clasico di final Liga Champions bakal jadi penutup persaingan dua tim itu di empat ajang musim ini. FCB jadi yang terbaik di Supercopa de Espana. Di semifinal, Real dan FCB juga ada di semifinal yang berbeda. Di LaLiga, mereka sama-sama mengoleksi 51 poin di posisi teratas klasemen.
Meski begitu, El Clasico sebenarnya telah terjadi di Liga Champions. Dan, semuanya terjadi di semifinal. Yakni musim 2010–2011 dan 2001–2002. Hasilnya? FCB digdaya di 2010–2011 sedangkan Real superior di 2001–2002 dan kemudian masing-masing bablas juara.
“Ku rasa, hanya LFC jadi favorit juara selain kami. Aku juga yakin kami bisa juara (musim ini, Red)” sentil wide attacker FCB Lamine Yamal dilansir Sky Sports. Dia mengabaikan Real sebagai potensi lawan di final karena yakin Real bakal kandas sebelum final. (dio/kun)






